Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, Prabunews.com – Menjadi saksi nyata dari sebuah gerakan berkumpulnya para pegiat sampah di Indonesia.Tepatnya sekitar 400 pegiat sampah nasional berkumpul dan mengadakan acara bersama dengan kemasan Jambore Indonesia Bebas dan Bersih Sampah 2019.Mereka merupakan aktivis sampah yang berasal dari daerahnya masing-masing, mulai dari Provinsi Aceh sampai perwakilan yang hadir mewakili Provinsi Papua.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam upaya memberikan penguatan dan pencerahan kepada para peserta Jambore.Ada beberapa materi yang berhubungan dengan regulasi persampahan nasional yang secara langsung disampaikan oleh perwakilan dari Kementian yang ditunjuk baik dari Kementrian PUPR maupun dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sharing informasi sesame pegiat sampah , dan kunjungan ke Pusat pengelolaan sampah/TPS3R.

Novrizal Tahar, direktur Pengelolaan sampah, Ditjen Pengelolaan Sampah, LImbah dan B3 Kementrian LHK, menyampaikan tentang perlunya sinergitas gerakan yang dilakukan secara masif dalam rangka upaya pengurangan dan pengelolaan sampah. Sehingga rumitnya permasalahan sampah yang hadir karena salah satunya akibat pengelolaan yang belum maksimal bisa diupayakan terurai melalui gerakan yang berbasis pada masyarakat yang paling bawah yaitu rumah tangga dan itu idak terlepas ari peran aktif para pegiat Jambore sampah.

Ada 13 Isu Sampah yang menuntut perhatian diantaranya, Isu Pendidikan karakter, Masalah sampah berceceran, Strategi pengurangan sampah, Keberlanjutan, Teknologi, Gerakan komunitas, Penegakan hukum, Kelembagaan, Wilayah terluar, Sampah Anorganik, Isu pembiayaan berkeadilan dari pemerintah dan Solusi pengelolaan akhir.

Bijaksana Junerasano sebagai salah satu penggagas kegiatan ini mengatakan, bahwa jambore kali ini menghasilkan beberapa keputusan bersama diantaranya Terbentuknya Forum Indonesia Bebas dan Bersih Sampah ( IBBS ) di setiap provinsi, mengawal kebijakan-kebijakan pengelolaan sampah dan membangun kolaborasi, proaktif dan menjadi bagian solusi atas permasalahan sampah juga berkontribusi dalam memperkaya informasi positif terkait persampahan melalui platform BebasSampah.ID, menyampaikan aspiratif melalui jalur komunikasi kedinasan/kelembagaan kota/kabupaten dan provinsi untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan memperkuat implementasi deklarasi.

Kegiatan yang digelar tanggal 10-12 oktober ini memiliki pengalaman tersendiri bagi peserta, seperti yang diutarakan oleh Yuyun Yuningsih, salah seorang peserta dari kota Bandung, “Kegiatan ini menjadi bagian upaya menambah wawasan dan informasi tentang bagaimana pengelolaan sampah yang lebih baik yang telah dilakukan oleh pegiat dan aktivis persampahan dari kota, kabupaten dan provinsi lain, sehingga hal itu bisa menjadi bekal bagi saya untuk dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi permasalahan sampah berbasis rumah tangga di kota Bandung sebagai bagian suplemen dari program Kangpisman yang selama ini sudah berjalan “.

Memang tidak mudah menjawab permasalahan sampah dikota manapun Karena permasalahan sampah tidak terlepas dari sebuah perubahan budaya dan memerlukan waktu lama. Butuh kesabaran dan konsistensi. ( Kang Amat )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =