Bandung, Prabunews.com– Bandung  sebagai salah satu kota yang berdasarkan riset Asian Development Bank ( ADB ) merupakan Kota Termacet di Indonesia dan menempati urutan ke-14 dengan julukan yang sama di Asia.Hal ini tentu saja menjadi bagian dari tanggung jawab bersama, tidak hanya puhak pemerintah namun tentunya bagi seluruh warga yang menempati kota dengan julukan “ Paris Van Java “.

Diperlukan segenap upaya yang harus direncanakan, dipetakan dan dilaksanakan dengan segenap kesungguhan karena bicara tentang kemacetan menjadi sebuah masalah yang memiliki mata rantai cukup mengkhawatirkan bagi kita sebagai warga kota ini. Dari kemacetan akan hadir variable lainnya seperti tingginya tingkat polusi udara, menurunnya kwalitas kesehatan sampai keranah meningkatnya resiko stress warganya.Upaya yang dilakukan untuk menciptakan suasana kota yang ramah dan nyaman bagi penduduknya tentunya harus melibatkan semua unsur masyarakat termasuk komunitas dan para pegiat yang berhubungan dengan gerakan langit biru dan gerakan disiplin berlalu lintas.

Hal itulah yang mendorong pihak Dinas Perhubungan Kota Bandung, pada hari Senin-Rabu ( 21-23/10 ), melaksanakan kegiatan membangun kolaborasi antara Pemerintah dan berbagai komunitas yang dikemas dalam kegiatan “ Pembinaan dan Kampanye Kebijakan di Bidang Perhubungan “ di Puteri Gunung Hotel Lembang.

Menurut Ketua Pelaksana kegiatan, M.Situmorang Kabit PPT mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perwakilan komunitas diantaranya Komunitas Disiplin Sukajadi, Bike2Work, Gowes Baraya Bandung, Komunitas Edan Spur, Eco Transport, Rindu Menanti, Angkot Pintar dan perwakilan dari Komunitas Pendidikan. Ada beberapa nara sumber yang mengisi acara kegiatan tersebut baik dari Pihak Polrestabes Bandung, Ahli Transportasi dari ITB, BNN Jabar, WRI termasuk dari pihak Dinas Perhubungan itu sendiri, ungkap M.Situmorang.

Sementara Kadishub kota Bandung, E.M Ricky Gustiadi mengatakan bahwa untuk membangun nilai-nilai yang berorientasi pada system transportasi aman, nyaman dan tertib serta berkeselamatan dan berkelanjutan ( Road Zero Transportation dan Zero Polution ) maka diperlukan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak tidak terkecuali dengan para komunitas yang selama ini tanpa lelah terus melakukan upaya-upaya kearah kebaikan tersebut.

Menurut Kadishub, upaya perbaikan segala system yang tidak terlepas dari kenyamanan bertransportasi tersebut terus dipayakan baik melalui pembangungan infrastruktur juga melalui edukasi dan sosialisasi public, namun upaya itu harus didukung oleh masyarakat secara luas dengan langkah-langkah membangun kesadaran kolektif yang mengarah kepada perubahan pola dan gaya hidup yang berpihak bagi kebaikan bersama.

Menurut Plh Kasie Bina transportasi Dishub Kota Bandung Fey Hadian bahwa ada bebarapa isu penting yang menjadi perhatian bersama, diantaranya masalah kemacetan, Kecelakaan dan isu lingkungan.Ketiga isu ini merupakan satu kesatuan permasalahan yang tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya sehingga penyelesaian permasalahan tersebut harus secara terintegrasi dan komprehensif.
Fey,begitu sapaan Kasie tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini nantinya bermuara pada sinergitas dan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah dan komunitas sehingga segala upaya memaksimalkan program-program yang selama ini sudah berjalan dapat lebih mencapai parameter yang telah diharapkan.Menjadikan kota ini sebagai kota yang comportable.Dan tentunya ini memerlukan keseriusan dari semua warga kota . Jadilah menjadi bagian dari solusi, Jangan hanya tunjuk tangan tapi turun tangan. ( Kang Amat )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =