Bandung, Prabunews.com – Kemenangan Persib Bandung atas Arema FC, 3-0 menggenapkan Tim Maung Bandung tak pernah kalah dari enam kali berlaga. Peluang menuju peringkat lima besar pun kian dekat, cukup dengan kemenangan ketujuh kali atas Barito Putera Minggu nanti (17/11/2019).

Tidak menutup kemungkinan peringkat lima besar dapat direbut sekaligus menggeser Arema FC yang baru saja dikalahkannya di Stadion si Jalak Harupat, Selasa (12/11/2019). Tiga gol kemenangan Persib dicetak Kim Jefrey Kurniawan pada menit ke 6, gol kedua dicetak Omid Nazari di menit 35. Empat menit berselang, Frets Butuan menggenapkan menjadi, 3-0.

Kini, posisi Persib berada diurutan keenam dengan poin 40 dan terpaut satu angka dengan Arema FC yang berada di peringkat kelima dengan 41 poin. Meski skor tidak sama dengan kekalahan Persib yang kebobolan hingga lima gol di pertemuan pertama lalu, namun bagi bobotoh kemenangan tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengobati mereka sebagai pengobatan kekalahan sebelumnya.

Absennya beberapa pemain inti tidak menjadikan serangan Persib mengendur. Sebaliknya, Supardi dan kawan-kawan lebih terpacu sekaligus menjadi momen bagi para pemain pengganti seperti, Kim Jefrey Kurniawan dan Zalnando untuk membuktikan diri.

Dimainkan sejak awal untuk mengisi posisi yang ditinggal Febri Hariyadi, Ardi Idrus dan dan Ezechiel N’douassel, semua tampil sesuai harapan pelatih. Menurut Robert Rene Alberts penampilan anak asuhannya sangat memuaskan. Terutama, para pemain muda yang berani menyerang dan bertahan kala mendapat serangan

“Ini kemenangan yang sangat penting dan mampu membuat kita senang. Di babak pertama bisa kita mendominasi permainan, kita bisa lihat hasilnya, kita bisa mencetak tiga gol, tiga gol ini buat kita sangatlah penting,” ungkap Robert.

Robert menegaskan, tim asuhannya saat ini sedang meningkat performanya.

“Enam kali kita belum pernah kalah, kita tetap bisa meraih kemenangan, dan nanti kita harus melanjutkan ini untuk kemenangan ketujuh, ” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Arema FC, Milomir Seslija mengaku kecewa dengan skor telak yang dialami tim asuhannya.

Ia menilai, gol pertama menghancurkan mental anak asuhannya karena tidak fair play dimana gol cepat itu terjadi disaat salah satu pemainnya sedang meregang kesakitan tetapi para pemain Persib tetap tidak mengindahkan kejadian tersebut.

“Mental anak – anak jatuh ketika terjadi gol pertama. Itu tidak fair play karena seharusnya wasit menghentikan permainan ketika ada pemain yang jatuh dan kesakitan, ” ucap Milomir.

Ia menilai lagi, keputusan wasit yang banyak cukup mengganggu konsentrasi anak asuhannya.

“Yang pasti ketidak hadiran beberapa pemain inti saya, sangat berpengaruh terhadap tim saya, itu pasti karena cukup banyak pemain saya yang absen, ” ujarnya.

(Aha Nugraha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − six =