Bandung,Prabunews.com-Membicarakan tema isu yang satu ini memang tidak ada habisnya, selama perjalanan kehidupan ini berjalan serta masalah ini tetap menjadi isu menarik untuk diperbincangkan dan didiskusikan.

Sampah, sebuah kondisi nyata dari permasalahan yang hampir tidak pernah selesai dipikirkan oleh banyak orang bahkan terkadang pada bagian akhir salah satu bencana hidrologi seperti banjir sampahlah yang menjadi pihak tersangka.

Terkadang kita kurang menyadari bahwa permasalahan yang ditimbulkan dari adanya sampah adalah masalah prilaku dan budaya nyampah yang kurang bijak.Segala usaha dilakukan oleh pemerintah melalui Institusi yang berperan penting serta berhubungan dengan masalah ini bahkan sampai banyak pihak yang terlibat turun langsung untuk ikut menjadi bagian penyelesaian masalah yang satu ini, tidak terkeculi para relawan.

Untuk itulah, sebagai bagian dari upaya melahirkan budaya bijak nyampah dan hadirnya pengelolaan sampah yang semestinya, Dinas Lingkngan Hidup dan Kebersihan ( DLHK ) Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi pengelolaan sampah kepada sebagian peserta didik dari perwakilan beberapa sekolah yang ada di kota Bandung.

Kegiatan yang dilaksanakan di Area Orchid Forest Cikole Lembang ini ( 28/11) dengan mengusung tema Pengenalan Pengelolaan sampah Organik diikuti oleh 22 sekolah baik SD maupun SMP .

Kamalia Purbani, Kadis DLHK Kota Bandung mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini kepada para pelajar tentang bagaimana sampah yang kita produksi dikelola dengan bijak, sehingga keberadaan produksi sampah tidak menjadi masalah yang tidak berakhir.

Kedepannya kita sangat berharap agar para peserta didik yang mayoritas para generasi milenial akan menjadi inspirator bagi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, karena mereka sendiri bagian dari struktur warga masyarakat paling bawah yaitu keluarga.Semoga segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menyelesaikan pemasalahan sampah membuahkan hasil sesuai yang diharapkan, lanjut Kamalia.


Kita tentunya sangat berharap agar setiap kegiatan apapun yang dilaksanakan tidak terlepas dari upaya monitoring capaian pelaksanaan program itu, karena tanpa monitoring yang terencana dibarengi dengan konsistensi kita akan dengan tidak mudah menakar dan mengukur tingkat keberhasilan sebuah program itu.Dengan monitoring diharapkan kita akan dapat dengan mudah mencari solusi dari kendala yang hadir.Tanpa itu semua sepertinya kita hanya mengulang kebiasaan dalam bentuk program. ( Kang Amat )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × two =