Bandung, Prabunews.com – Beberapa hari yang lalu telah disampaikan rilis riset dari sebuah lembaga internasional, lembaga ini melakukan monitoring berupa kajian kecakapan para siswa di hampir 79 negara. Adapun monitoring survey berkaitan dengan kecakapan literasi, matematika, sains dan literasi Keuangan serta permasalahan global.


Rilis ini dikemas melalui survey Program for Internasional Students Assessment (PISA) 2018 dan dilaksanakan setiap 3 tahun sekali. Dari survey tersebut ada banyak hal yang menjadi tugas berat bagi pemegang kebijakan diranah pendidikan terutama bagi para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Hal ini berdasarkan dari basil survey yang dipublikasikan menginformasikan bahwa para pelajar di negara kita masih harus didorong untuk mengejar ketertinggalan.

Dalam hal kecakapan membaca, Indonesia menempati urutan ke-6 paling bawah, tepatnya diurutan ke-74 dengan skor rata-rata 371, untuk kecakapan Matematika Indonesia menempati urutan ke-73 dari 79 negara sementara untuk Sains negara kita menempati urutan ke-71 dari 79 negara yang disurvey. Peringkat ke-1 dari semua kecakapan yang disurvey ditempati oleh China.

Sekdis Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra menanggapi informasi tersebut mengatakan Berbagai upaya telah kita lakukan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan seminar, workshop, penguatan para guru inti, olimpiade guru dan siswa. Disamping itu pendidikpun harus selalu berinovasi dan kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

Namun menempatkan keberhasilan hasil proses pembelajaran tidak hanya dapat diukur dari satu parameter saja, dalam hal ini para Pendidik tetapi juga ada faktor lain yang tidak kalah penting cukup besar menyumbang sektor keberhasilan itu yaitu peran serta dari orang tua siswa untuk ikut memantau, membimbing dan mengarahkan anak pada ruang dan dimensi semangat belajar.

“Apabila iklim kerjasama membina dan membentuk kemauan serta min at belajar itu tidak hadir maka segala harapan perbaikan kualitas itu sangat sulit dicapai, selain itu kegemaran dan kenyamanan anak-anak bermain gawai yang terkadang nyaris tanpa batas telah membuat para anak tersebut terninana-bobokan dan lupa pada tugas utama menjemput tantangan masa depan”, lanjut Cucu.

Hal itu disampaikan beliau pada saat acara pemberian Anugerah Widya Pratama kepada PTK Disdik Kota Bandung kemarin siang.
Semoga sinergitas dan kolaborasi meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dapat dilakukan oleh berbagai pihak untuk menghadirkan para generasi penerus bangsa yang Siap menghadapi tantangan.

(Kang Amat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + six =