Bandung, Prabunews.com – Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengungkapkan pada Media dalam berbagai kesempatan bahwa Indonesia sebagai Pengguna Media Sosial terbanyak. Begitu mudah membuat media , ibarat Home Industri , menjadi wartawan walaupun tanpa Pengetahuan Jurnalisme . Tanpa kenal kode Etik bahkan timbulnya kata wartawan abal abal . Diantaranya vanyak yang berprofesi ganda dalam wadah LSM , Pengacara sampai ke Premanisme . Jauh dari syarat Undang Undang ketentuan Perusahaan Pers  , dalam hal ini Indonesia Menjadi Nominasi pertama di Asia , yang kedua Timor Leste dan ketiga Filipina ke empat Thailand , tandas Ketua Dewan Pers lewat keterangannya saat dihubungi wartawan lewat Japri .  ( 2 / 1 / 2020 ).

Dengan Maraknya masalah diatas , kata H. Yosep , timbul masalah dalam Media Pers  dan Media Sosial , disebutkan saat ini ada tiga macam media , diantaranya Pers Fropesional , Pers Partisan serta Pers yang lebih mengkhawatirkan Pers abal abal ( pers inilah yang sering meremehkan orang lain , mengancam dan berprofesi ganda merangkap LSM atau Pengacara  seolah jagoan ). Kami dari pihak Dewan Pers , menyikapi hal ini bekerjasama dengan pihak kepolisian , tegas Yosep . Serta merekomendasikan pada pengadu , untuk menempuh proses Hukum jika diperlakukan oknum , dewan pers akan menyediakan Ahli Pers pada Penyidik Polri . Dan sebagai Panduan untuk para Jurnalis , yosep menyarankan agar para wartawan , mau membaca ” Buku  Saku  Wartawan ” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 2 =