Sumedang, Prabunews.com – Desa Suriamukti, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang terbilang desa baru dan terpencil yang ingin mensejajarkan diri dengan desa-desa lain, yang sudah lebih dulu maju. Berada di wilayah perbatasan bukanlah suatu halalangan untuk maju terus dalam membangun daerah, terbukti sedikit demi sedikit perubahan terus terlihat, dari mulai peningkatan pembangunan infrastrktur jalan hingga peningkatan pebangunan sarana prasarana masyarakat lainnya yang menunjang terhadap peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Begitu pula pembangunan fisik lainnya terus digenjot demi memenuhi dan melayani kebutuhan masyarakat.

Seperti diungkapkan kepala Desa Suriamukti Iwan Suprihatman bahwa Undang-Undang Desa manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan pembangunan di daerah pedesaan. Meskipun dari dulu sudah ada peraturan lainnya baik dari Provinsi maupun Kabupaten tapi dengan adanya Undang-Undang Desa dana yang masuk ke desa lebih besar jadi pihak pemerintah desa akan lebih leluasa lagi dalam meningkatkan pembangunan bagi warga masyarakat.

Di Desa Suriamukti sendiri untuk saat ini masih fokus ke sarana transfortasi dulu terutama jalan desa yang sudah pasti dalam setiap tahun dianggarkan, Selain itu Sarana air Bersihpun yang tak kalah penting terus dibenahi baik segi bangunannya maupun cara pengelolaan pengadministrasiannya.

Dijelaskan pula, “untuk tahun 2019 yang lalu kami telah menyelesaikan beberapa program diantaranya pembangunan jalan gang lanjutan, pembangunan sarana air bersih untuk Dusun Sindang, serta pembangunan sarana olah raga untuk dua dusun, dan yang terbilang paling besar anggaranya pembangunan Rabat Beton Jalan desa yang sampai saat ini sedang dilaksanakan penyelesaianya, perlu diketahui juga pembangunan rabat beton jalan desa ini kami tidak bisa menyelesaikan pada akhir tahun karena pada waktu itu terbentur anggaran yang pencairannya mepet di akhir tahun, namun walau demikian kami akan tetap berusaha secepatnya menyelesaikan pekerjaan ini”

Hal senada juga dikatak Ketua BPD Desa Suriamukti Asep Anang saat ditemui dilokasi kegiatan mengatakan, bahwa memang keterlambatan kegiatan ini terkendala oleh mepetnya pecairan DD tahap terakhir. Lebih jauh Asep Anang mengatakan untuk keseluhan kegiatan pada tahun 2019 menurut penilaiannya cukup berhasil dan diharapkan pada tahun 2020 sekarang harus ada peningkatan lagi,” ujarnya.

(END)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − twelve =