Bandung, Prabunews.com – Pertunjukan teater berjudul “Bulan Bujur Sangkar” Karya Iwan Simatupang yang disutradarai oleh Khevin Lalenoh bertempat di Studio Teater ISBI Bandung, mampu memanjakan mata penonton dengan suguhan penataan artistik yang indah.(15/1)


Sebuah fragmen bingkai yang berukuran besar sebagai simbol dari kehidupan dan sebuah tali yang menggantung ditengah tengahnya dengan tumpukan tumpukan kayu yang bersimbolkan perjuangan. Seakan – akan imajinasi penonton diajak ketempat dan suasana yang jauh dari ramainya perkotaan.

Pertunjukan teater bulan bujur sangkar ini menceritakan tentang tokoh orang tua yang selama hidup akhirnya berhasil mencapai keinginannya untuk membangun tali gantung diatas pohon, sesuai dengan keinginannya selama ini. Tokoh orang tua menganggap sebuah tali yang bergantung itu adalah penentu awal dan akhir. Apakah kita akan dimatikan atau mematikan ditali yang menggantung itu.


Bulan bujur sangkar secara metafora menggambarkan perlawanan terhadap sistem sosial. Sebuah harapan, keinginan, kebebasan, tuturan idiomatik, dan pribahasa diramu oleh Iwan Simatupang dalam balutan dialektika filsafat eksistensialisme.

Secara keseluruhan pertunjukan bulan bujur sangkar yang di sutradarai oleh Khevin mampu memberikan suguhan terhadap pemikiran dan renungan yang mendalam dalam sebuah pertunjukan teater.

(SF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + 19 =