Bandung, Prabunews.com – Pengembangan sekolah yang memiliki komitment kuat terhadap kepedulian lingkungan harus terus dibumikan mengingat bahwa salah satu garda terdepan dalam perubahan perilaku yang berpihak terhadap kepedulian lingkungan adalah sekolah. Semua potret tentang masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari efektivitas penetrasi pendidikan berbasis kecerdasan ecologis.


Hal inilah yang didiskusikan oleh Priyo dkk dari Forum Silaturahmi Sekolah Adiwiyata (FORSSA) Jabar dengan Ibu Titin Sumiyati, S.Si, MM Kasi Pengembangan Kapasitas dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat (24/1) di Kantor DLH Jabar.

Priyo selaku pembina FORSSA mengatakan bahwa gerakan Sekolah Berbudaya Lingkungan haruslah terus didorong oleh keberpihakan program yang ada di DLH Provinsi tidak terlepas juga DLH kota dan kabupaten.Tidak sedikit semangat ber-adiwiyata dari sekolah mengalami kejenuhan karena kurang adanya kegiatan menarik yang mengakses gerakan adiwiyata yang ada di sekolah-sekolah, lanjut Priyo.

Riana salah satu pengurus FORSSA Jabar mengatakan terkadang dijumpai ada sekolah yang sejak merintis adiwiyata mereka semangat sekali, namun setelah mendapatkan apresiasi adiwiyata justru turun drastis gerakan ke-adiwiyataannya.

Titin Sumiyati mengatakan berdasarkan PermenLHK 53 tahun 2019 yang mengatur tentang Penghargaan Adiwiyata, di pasal 13 diatur tentang penetapan Sekolah Adiwiyata berlaku untuk jangka waktu 4 tahun dan dapat diperpanjang kembali.Ada kemungkinan sebuah sekolah akan menanggalkan kembali apresiasi Sekolah Adiwiyata baik itu tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional maupun mandiri.

Kita akan mengagendakan visitasi monev ke setiap sekolah jadi kita akan dapat memberikan penguatan Sekolah Berbudaya Lingkungan berdasarkan permasalahan yang ada di lapangan,ungkap Titin.


Idealnya Gerakan dan Program Sekolah Adiwiyata menjadi ruh gerakan yang harus terus konsisten dibudayakan mengingat para peserta didik adalah bagian dari generasi penerus peradaban kehidupan.

(Kang Amat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × five =