Bandung, Prabunews.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat meminta semua pihak,khususnya kepada para pelaku industry pariwisata,serta dinas pariwisata yang ada di 27 Kabupaten Kota dan tempat-tempat wisata di Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait virus corona. Walaupun di Indonesia khususnya di Jawa Barat belum ditemukan virus yang berasal dari Kota Wuhan Tiongkok itu,tetapi antisipasi perlu dilakukan sejak dini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DISPARBUD Jawa Barat Dedi Taufik menyatakan,sudah mengirimkan surat himbauan tersebut,yang isinya antara lain meningkatan pengawasan dalam upaya antisipasi dan mencegah penyebaran penyakit di tempat padat wisata, masyarakat dan petugas dikawasan pariwisata untuk menggunakan alat perlindungan diri,seperti masker sebagai antisipasi penularan penyakit. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan/Sarana Kesehatan setempat.

“Harus ada area atau ruang khusus untuk wisatawan yang diduga terpapar virus. Termasuk ruang isolasi sementara. Hal ini merupakan implementasi dari Manajemen Krisis Kepariwsataan (MKK), karena industry pariwisata salah satu andalan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendongkrak pendapatan daerah dan Negara,devisa,serta lapangan kerja,” jelas Dedi.

Berkaitan program West Java Calendar of Event (CoE) and Festival 2020,dengan 167 eventnya yang terdiri atas 107 event kebudayaan, enam event musik, 23 event olahraga, lima event fashion, 10 event kuliner, serta 17 event ekshibisi, Kepala DISPARBUD JABAR, Dedi Taufik optimis tidak akan terganggu dengan isu virus corona.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, selama periode 2014-2018 rata-rata laju pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Jabar 7,90 persen per tahun. Pada tahun 2018, wisatawan yang berkunjung ke Jabar mencapai 65,90 juta orang, terdiri dari 63,30 juta wisatawan domestik dan 2,60 juta wisatawan mancanegara.

(Mz).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 10 =