Bandung, Prabunews.com – Jawa Barat banyak memiliki Situs Cagar Budaya yang tersebar disejumlah daerah, tetapi Tenaga Ahli Cagar Budayanya (TACB) masih kurang.  Demikian Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Jawa Barat, Dedi Taufik, pada penyerahan sertifikat kepada 54 orang Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) pratama, di Aula DISPARBUD Jawa Barat, kamis (30/1/2020).

Ke 54 orang TACB tersebut telah lolos mengikuti sertivikasi yang dilakukan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) pusat, beberapa waktu lalu. Namun jumlah tersebut ,menurut Kepala DISPARBUD JABAR Dedi Taufik masih kurang, karena Jawa Barat banyak memiliki situs cagar budaya yang tersebar didaerah-daerah.

Dedi Tufik meminta kepada daerah yang sudah siap dengan tenaga ahlinya,bisa memberikan pengalamannya atau dipinjamkan untuk daerah lain.
Kepada Bidang Kebudayaan,untuk kembali menyelenggarakan sertifikasi TCB tahun ini dan Kepala Bidang Kebudayaan supaya mengalokasikan dari anggaran perubahan,supaya sertifikasi TACB dilakukan kembali tahun ini. “Tegas Dedi”.

Sementara itu, Ketua TACB Jawa Barat Lutfi Youndri menjelaskan, dari 27 kabupaten kota, baru ada enam kabupaten kota yang sudah siap, yaitu Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Karawang, Subang, Cirebon, dan Sumedang terkecuali Kota Bandung. Keenam daerah tersebut TACB-nya sudah lengkap, setiap tim ada 5-6 orang ahli.

“Untuk daerah lain rata-rata anggota tim-nya ada dua hingga empat orang atau belum siap,” kata Lurfi. Dijelaskan Lutfi, daerah yang belum siap dengan TACB-nya bisa meminjam tenaga ahli atau meminang ke daerah yang sudah siap ketika akan melakukan pendataan dan sertivikasi benda cagar budaya (BCB). Pasalnya, TACB yang ada di daerah ada yang mendapat SK tetap dari pemerintah daerah maupun SK temporer. Kedua SK tersebut tidak membatasi ruang gerak anggota tim apabila dipinang oleh daerah lain.

“Ini dilakukan karena, Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) di setiap daerah di Jawa Barat memang masih sangat kurang,” tandasnya.
Jumlah TACB di Jawa Barat sampai saat ini, baru ada 135 orang termasuk 54 TACB yang baru lolos sertifikasi. “Kita masih kekurangan TACB, palagi jumlah situs (cagar budaya) di Jabar jumlahnya cukup banyak,” jelas Lutfi.

Pada kesempatan itu, Kepala DISPARBUD JABAR, Dedi Taufik meminta TACB JABAR segera melakukan kegiatan Jelajah Budaya sehingga bisa memperkenalkan cagar budaya yang ada di Jawa Barat kepada masyarakat. “Karena saya pernah baca, bahwa Budaya akan menguasai dunia. Oleh sebab itu, perlu dikaji, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tandas Dedi Taufik .

(Mz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + eight =