Selama ini, biaya akomodasi perjalanan dinas dilakukan secara manual oleh tiap dinas. Kang Emil mengatakan bahwa setelah diteliti, banyak terjadi pemborosan lewat cara tersebut.

“Harga satu tiket bisa bervariasi, bahkan pernah kejadian dua kali lipat. Sehingga menurut saya, kebiasaan asal beli yang penting ada tapi tidak melihat optimalnya harga, mengakibatkan potensi tidak efisien,” kata Kang Emil.

Baca juga : Pencak Silat mewarnai Panggung ”Naratas Kana Budaya Sunda“

Sementara bila dilakukan secara online, lanjutnya, proses jual-beli akan terjamin secara kompetitif, mudah, dan lebih jelas pertanggungjawabannya lewat jejak digital. Para ASN pun dipersilakan memilih keempat perusahaan tersebut untuk keperluan tiket dan akomodasi perjalanan dinas.

“Karena ini sifatnya tidak satu (perusahaan), maka ada empat perusahaan yang bergabung nanti boleh memilih mulai dari Traveloka, Airy, dan lainnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × two =