Dari perhitungannya, Kang Emil berujar biaya akomodasi perjalanan dinas secara online bisa menghemat anggaran sebesar 30 persen. “Saya kira ini terobosan penghematan uang yang luar biasa,” ucapnya.

Adapun selama satu tahun, Kang Emil menuturkan bahwa total anggaran perjalanan dinas untuk tiket menghabiskan Rp 37 miliar, angka berubah menjadi sekira Rp 190 miliar jika digabung dengan booking hotel dan pertemuan. “Angka itu gabungan seluruh belanjanya Pemprov Jabar dan DPRD Jabar,” katanya.

Baca juga : Pencak Silat mewarnai Panggung ”Naratas Kana Budaya Sunda“

“Nanti (pemesanan tiket dan hotel online) di evaluasi di akhir tahun, kalau ternyata betul (menghemat), maka tahun depannya bisa kita kurangi lagi anggaran (perjalan dinas),” ujar Kang Emil.

Kang Emil berharap, inovasi pemesanan tiket dan hotel online untuk keperluan perjalanan dinas ini bisa diterapkan untuk pemerintah daerah lainnya dengan Jabar sebagai pilot project.

Penerapan biaya perjalanan dinas secara online ini juga sejalan dengan visi Jabar Digital Province, di mana semua urusan seperti pelayanan publik dilakukan tanpa pertemuan fisik alias dalam jaringan (online).

(AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 7 =