Cimahi, Prabunews.com – Satu berita yang menggembirakan disaat semua orang fokus membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Bapak Asep Sutisna, Anggota Dewan DPRD Kota Cimahi, Komisi 2 ekonomi dan keuangan, sekaligus Wakil fraksi Partai PKB, dirinya selain fokus terhadap masalah pandemi tetapi disisi lain beliau secara inisiatif fokus juga membantu merenovasi rumah seorang Janda tua, Bu Jasmi yang beralamat di Jalan NANJUNG KP. Cibodas rt. 03 Rw. 11 kel. Utama kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi.

Asep Sutisna Anggota DPRD Kota Cimahi, Fraksi PKB

Hendra Maulana Yusuf sebagai Ketua ASSOY Centre mengatakan bahwa renovasi rumah Bu Jasmi merupakan inisiati Bapak Asep setelah sebelumnya Walikota Cimahi-pun turun meninjau Bu Jasmi dan memberikan sembako. Dana tersebut berasal dari uang pribadi pak Asep Sutisna.

Adapun pengerjaannya dilakukan oleh pengurus Asoyy center, dimana pembangunan tersebut dipimpin oleh bpk sumarna farizah (kang otang) dan saya pribadi sebagai Ketua Asoyy centre, ungkap Hendra.

Renovasi itu didasarkan atas dasar kemanusiaan, dan melihat secara fisik dari bangunan itu sendiripun jauh dari kata layak, kalau diibaratkan sama “kandang kambing” saja jauh lebih bagus.

Pengerjaan renovasi itupun memerlukan waktu 7 hari dari rencana 4 hari, hal ini terjadi karena adanya ruang garapan yang harus diawali dari nol termasuk menggambar design rumah dan adanya keterlambatan barang bangunan karena stok yang kosong, ungkap Hendra.

Hendra Maulana Y, Ketua Tim Assoy Centre

Selanjutnya Hendra menyampaikan bahwa Walikota Cimahi, Pa Ajay pernah memerintahkan pengurus setempat untuk mengusulkan renovasi melalui Baznaz. Namun untuk kondisi rumah Bu Jasmi sangat urgent untuk segera diperbaiki, jadi perlu kecepatan inisiatif.

Saya berharap apabila pada kenyataannya di masyarakat terdapat kasus yang sama maka sebaiknya dipetakan tindakan yang akan dilakukannya, diantaranya

1. Apabila rumah tersebut sebagai hak milik, maka coba ajukan ke rt atau rw melalui program rutilahu baik melalui bamprov maupun apbd kota yang setiap tahunnya pas ada.

2. Apabila kejadiannya seperti ibu Jasmi, bangunan bukan tanah hak milik cuman sekedar membangun diatas tanah garapan bisa diajukan ke BAZNAS. dan ini sama harus diajukan melalui rt, rw, kelurahan.

Dan yang terakhir bisa juga melalui swadaya masyarakat, seandainya ada di lingkungan kita yang memang secara finansial lebih, tidak ada salahnya kita bangun secara pribadi dan pengerjaannya bisa swadaya pula.
Disini dituntut pengurus setempatlah yang harus peka bagaimana mencari solusi, ungkap Hendra secara detail.

Pembangunan telah selesai kemarin (22/5) dan Bu Jasmi sudah bisa tinggal di rumah yang lebih layak.

Selama proses renovasi/ pembangunan berjalan, Kang Hendra sebagai Ketua Tim sangat menyesalkan dengan tidak ada bantuan dari pihak pemerintahan maupun dari pengurus setempat baik dari pengurus rt maupun rw.

Sejatinya para pengurus wilayah termasuk warga masyarakat harus memiliki inisiatif dan kreatifitas dalam melihat setiap permasalahan yang ada di sekitar wilayahnya.

Tim Assoy Centre

Secara ideal inisiatif itu tidak hanya berbentuk kucuran dana tetapi mungkin berbentuk inisiatif koordinatif dan mencari solusi dari banyaknya usul dan gerakan yang bersifat gotong royong ataupun mencari para donatur yang salah satunya dari CSR perusahaan. (Kang Amat )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 1 =