Bandung, Prabunews.com – Memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Kebudayaan Daerah (PKD) Jawa Barat, telah mempersiapkan 9 (sembilan) gedung dan ruang publiknya sesuai standar protokol kesehatan.

Ke 9 ruang publik tersebut  diantaranya Museum Negeri Sri Baduga, Gedung Teater Tertutup dan Panggung Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat, Gedung Rumentang Siang dan Gedung Pusat Pengembangan Kebudayaan (dulu YPK) di jalan Naripan Bandung.

Demikian Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah (PKD) Jawa Barat, Erick Henriana, disela – sela pemasangan sarana prasarana dan penanda protokol kesehatan di panggung teater terbuka Taman Budaya Jawa Barat, Rabu (1/7/2020).

Menurut Erick Henriana, pihaknya sangat mengapresiasi keinginan masyarakat pengapresiasi seni budaya, serta para pelaku seni budaya untuk segera memfungsikan sarana ruang publik dibawah pengawasan UPTD – PKD Jawa Barat. Setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlalu, karya – karya para pelaku seni budaya Jawa Barat, bisa segera ditampilkan dan dipertontonkan.

” Masyarakat, khususnya seniman dan budayawan ingin segera mengapresiasi dan berapresiasi akan karya – karya mereka setelah masa PSBB yang telah membuat semuanya jenuh,”jelas Erick.

Kepala Seksi Atraksi Seni Budaya, Iwan Gunawan berharap, pelaksanaan program pelestarian,pengembangan dan pemanfaatan seni budaya, sesuai jadwal bisa terlaksana mulai bulan Juli 2020. Sementara ada 12 program unggulan yang akan ditampilkan di Taman Budaya Jawa Barat, di Gedung Rumentang Siang dan di Gedung Pusat Pengembangan Kebudayaan (PPK).

Dijelaskan Iwan Gunawan, pada pelaksanaan kegiatan untuk sementara dilakukan dengan konsep pertunjukan terbatas, sesuai protokol kesehatan. ” Masyarakat bisa menyaksikan secara Live Streaming dari Taman Budaya Jawa Barat, baik melalui Instagram (IG) maupun di You Tube,” ujarnya.

(Mz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − seven =