Kab.Bandung, Prabunews.com – Angka perceraian dilaporkan bertambah di masa pandemi Covid-19, khususnya di Jawa Barat.

Pada Juli 2020, tingginya angka perceraian mencapai 1.102 kasus.

Hal tersebut membuat Dadang Naser, Bupati Kabupaten Bandung Jawa Barat turut menyampaikan pendapatnya.

Dikutip oleh Prabunews.com dari Antara, Dadang mengajak para ulama untuk ikut berperan aktif dalam memberikan nilai-nilai religi pada pasangan suami istri.

Hal tersebut diharapkan dapat membantu menekan tingginya angka perceraian saat ini.

“Oleh karena itu, peran ulama sangat diperlukan agar para suami istri tidak memilih jalan pintas, bercerai saat menghadapi dan menyelesaikan persoalan rumah tangga,” kata Dadang Naser dalam keterangannya.

Dadang juga menjelaskan bahwa tingginya angka perceraian, khususnya di Kabupaten Bandung mayoritas karena faktor ekonomi.

Faktor tersebut muncul karena banyaknya kepala keluarga yang terpaksa dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

“Salah satu yang menjadi faktor perceraian adalah ekonomi. Sebenarnya, kasus ini tidak hanya di kita saja, tapi di beberapa daerah lain juga ada. Oleh karena itu, kami sangat mengimbau masyarakat, khususnya yang sedang mengarungi bahtera rumah tangga untuk tetap sabar dalam menghadapi bencana non-alam ini,” ujar Dadang Naser.

Seperti fenomena beberapa waktu lalu, sempat ramai sebuah video menampilkan antrean panjang di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung.

Antrean tersebut merupakan orang-orang yang akan mendaftar untuk sidang perceraian.

Ahmad Sadikin, Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Soreang membenarkan video tersebut dan mengungkapkan bahwa yang menjalani sidang perceraian bisa hingga 150 orang dalam waktu satu hari.

Menurut Ahmad, jika dibandingkan dengan waktu sebelum pandemi, angka tersebut tergolong tinggi.

“Ya alasannya, itu itu aja sih disebutnya ya alasan klasik lah, nafkah, ekonomi,” imbuh Ahmad.

Ahmad memastikan bahwa Pengadilan Negeri Soreang tetap menerapkan protokol kesehatan, meski jumlah orang yang hadir membludak.

Penerapan tersebut pastinya dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Setiap orang diwajibkan untuk menggunakan masker, diberlakukan cek suhu tubuh, dan menjaga jarak dengan adanya pembatasan ruangan serta tempat duduk yang berjarak.

(Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *