Kab.Bandung, Prabunews.com – Selama dua hari dimulai dari hari sabtu dan minggu (29-30/8) Gelar Peringatan Tahun Baru Sunda dilaksanakan secara meriah di daerah Cangkuang, Cikalong Kec.Cangkuang Kabupaten Bandung.

Kegiatan itu tepatnya dilaksanakan di Padepokan Pusaka Lembur yang secara bersama-sama dengan Padepokan Sunda Kiwari merencanakan untuk terealisasinya kegiatan yang nyaris tidak diagendakan oleh pemerintah dalam hal ini oleh Dinas Pariwisata dan Budaya.

Berbagai acara dikemas secara apik dimulai dari pergelaran seni budaya buhun sampai ritual sebagai bentuk syukur terhadap semua nikmat yang telah dihadirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun acara yang dikemas melalui Tema Pabaru Sunda 1954 Saka itu sendiri dimulai dari hari Sabtu pukul 18.00-22.00 menampilkan seni Hajat Buruan, Pawai Obor dan Singa Depok.

Sementara untuk hari minggu (30/8) beberapa acara ditampilkan meliputi Penca Karuhun, Rampak Kendang, Calung Centra Panggugah, Bedug Biru, Jaipong Ratu Jagat, Ronggeng Gombong, Tarawangsa Bandjaran, Donkasbon dan Atraksi Ular Widjayakusumah.

Iwan Dakh, Budayawan termasuk pengelola Padepokan Pusaka Lembur mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai tanggung jawab moral orang sunda terhadap seni dan budayanya, termasuk karya luhur dari peninggalan para leluhur bangsa Sunda berupa Sistem Penanggalan berupa Kalender.

Kita sangat berharap agar kegiatan peringatan Pabaru Sunda menjadi agenda kegiatan yang dimasukan dalam program kegiatan Pemerintah Kota-Kabupaten yang ada di Tatar Pasundan, karena dengan hadirnya keterlibatan pemerintah dalam setiap agenda terlebih lagi apabila kegiatannya masuk dalam agenda prioritas akan lebih mempercepat membumikan nilai-nilai luhur bangsa Sunda yang terkandung dalam Pabaru tersebut tentunya dengan berbagai kemasan acara yang hadir didalamnya, ungkap Iwan

Selain itu Iwan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu hingga terlaksananya kegiatan tersebut, termasuk kepada Bank BJB

Sejatinya memang keberpihakan pemerintah terhadap kegiatan seni dan budaya sangat diperlukan karena secara tegas seni, budaya dan adat merupakan garda paling depan dalam membentengi para generasi muda dari degradasi moral akibat dari penetrasi budaya asing yang destruktif.

(Kang Amat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − six =