Cimahi, Prabunews.com – Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi formasi tahun 2019, Selasa 29 September 2020.

Kegiatan diikuti peserta yang sebelumnya telah lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pelaksanaan SKB merujuk pada Surat dari BKN Kanreg III, Nomor: 587/1/KR.III/VIII/2020 tanggal 14 Agustus 2020 tentang Penyampaian Jadwal SKB CPNS Tahun 2019. Sesuai surat tersebut, kegiatan SKB berlangsung selama dua hari yaitu pada 29-30 September 2020.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi, Drs. Herry Zaini Z., M.M mengatakan, kegiatan SKB diikuti 286 peserta yang telah dinyatakan lolos passing grade dari total 3.115 peserta yang mengikuti SKD pada 13-14 Februari 2020 lalu.

“Untuk tempat seleksinya terbagi di 4 lokasi. Sebanyak 281 orang mengikuti di titik lokasi (tilok) di BKN Kanreg III Bandung, 1 orang tilok di UPT BKN Batam, 3 orang tilok di BKN pusat Jakarta dan 1 orang melaksanakan tes di tilok di KJRI Johor Bahru Malaysia,” katanya.

Dijelaskan Herry, pada formasi tahun 2019 ini Kota Cimahi mendapatkan kuota dari BKN sebanyak 99 posisi yang terdiri dari tenaga kependidikan (guru) sebanyak 85 posisi, tenaga kesehatan sebanyak 10 posisi dan tenaga teknis lainnya sebanyak 4 posisi.

“Kota Cimahi dapat 99 formasi dari BKN untuk penjaringan CPNS tahun 2019. Tapi akhirnya berkurang jadi 98 formasi karena ada satu formasi tenaga kesehatan, yaitu dokter spesialis paru yang kebetulan tidak ada peminatnya saat proses pendaftarannya sehingga ditiadakan,” imbuh Herry.

Herry yang memantau pelaksanaan SKB menyatakan, proses ujian di semua titik lokasi yang dipilih oleh para peserta dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi mengantisipasi penularan pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Salah satu bentuk langkah preventif tersebut berupa kewajiban bagi masing-masing peserta untuk memakai masker, face shield dan sarung tangan.

Disamping itu, untuk para peserta yang berasal dari luar wilayah Kota Bandung dan sekitarnya, dihimbau untuk membawa hasil rapid test atau PCR Swab Test terbaru yang menunjukkan hasil non-reaktif dan/atau negatif Covid-19.

“Sebelum test nya dimulai, setiap peserta sudah di cek suhu terlebih dahulu secara digital. Apabila ada peserta yang suhunya tinggi diatas rata-rata, kita siapkan ruangan khusus dengan petugas memakai alat pelindung diri (APD) lengkap dan tetap boleh mengikuti SKB,” katanya.

Bahkan, Pemkot Cimahi mendukung kegiatan tersebut dengan menyiapkan ambulance dan tim medis Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

“Kita juga stand by dari dinas kesehatan, beserta tim medis dan ambulance-nya. Jadi tidak asal-asalan karena kami juga tidak ingin dari musim pandemi ini terjadi hal-hal yang diluar kebijakan yang telah dilakukan melalui protokol kesehatan,” tuturnya.

(Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 17 =