Cimahi, Prabunews.com – Polres Cimahi meringkus pria pemukul seorang wanita dengan menggunakan balok kayu di Kompleks Permata Cimahi, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Aksi pelaku yang dengan inisial N (24) tersebut diketahui melalui rekaman CCTV dan videonya sempat viral pada Senin (5/10) lalu.

Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan, penangkapan berawal dari beredarnya video singkat berdurasi enam detik pada media sosial yang mempertontonkan penganiayaan yang menimpa korban seorang wanita tak lama setelah ia keluar rumah.

“Pada saat bersamaan korban membuat laporan telah menjadi korban penganiayaan oleh seorang lelaki menggunakan balok,” ungkap Yoris saat gelar perkara, Rabu (14/10).

Yoris mengatakan, korban Ester Angelika terkena hantaman balok kayu pada bagian kepala saat hendak masuk ke dalam mobil yang terparkir di luar rumah.

“Pemukulan terhadap korban menggunakan kayu balok besar pada bagian kepala belakang dan korban langsung tersungkur,” ujarnya.

Yoris menyebut, pelaku sehari- harinya bekerja sebagai pemulung, sesekali membantu pekerjaan pada rumah korban. Bahkan korban justru kerap kali memberikan makan kepada pelaku.

“Motifnya sakit hati, tapi sakit hatinya pada korban itu bagaimana kita masih dalami. Kita juga konsultasi dengan bagian kejiwaan untuk memeriksa kejiwaan tersangka,” terang Kapolres.

Akibat perbuatannya, pelaku terkena Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman dua tahun penjara.

“Ancaman hukumannya dua tahun penjara. Korban kondisinya sudah membaik, tapi tetap perlu menjalani pemeriksaan lanjutan karena yang terkena pukulan pada bagian kepala bagian belakang,” ujarnya.

Ester Anjelika (19) korban pemukulan mengaku masih trauma dan masih merasakan sakit pada bagian kepala belakangnya. Hingga saat ini, ia masih harus menjalani perawatan dokter secara rutin. Ester mengakui, ia kenal dengan Novaldi sejak tahun 2017 saat renovasi rumah yang kini ia tempati bersama keluarganya.

“Pernah ikut kerja sebagai kuli bangunan,” ungkap Ester.

Selama itu, ia menyebut pelaku malas ketimbang pekerja lainnya. Selain sempat kepergok tengah mabuk oleh pihak keluarga.

“Ia itu suka mabuk, makanya dulu sempat saya tegur. Karena memang ia enggak pernah bantuin tukang (kuli) lain,” aku Ester.

Usai peristiwa itu, Novaldi sempat menghilang, hingga Jumat (2/10) ia kembali datang ke rumah.

“Ada sampah nasi bungkus terus puntung rokok. Kita cek CCTV. Kamis malam itu ia tidur di teras, makan, ngerokok sampai subuh terus pergi,” ujarnya.

Mendapati kondisi sekitar rumah berantakan, Ester lantas melapor ke pengurus RT, RW, dan security lantaran terganggu dengan ulah Novaldi.

“Jadi RT dan RW menegur, ia bilang janji tidak akan mengulangi lagi. Nah, setelah itu, akhirnya kejadian pemukulan ke saya,” katanya.

Ia menduga, pemukulan lantaran pelaku tak terima menerima teguran aparat setempat setelah ia melaporkannya. Usai melakukan pemukulan, pelaku langsung melarikan diri.

“Kita langsung lapor polisi dan kasih lihat semua CCTV. Memang dari Kamis itu sudah mengincar keluarga saya. Orangtua pelaku datang ke sini untuk minta maaf,” pungkasnya.

(Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − five =