Cimahi, Prabunews.com – Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat, Dadan Sudiana mengatakan pihaknya akan menurunkan massa SPN Seluruh Jawa Barat sekitar 3 ribu orang untuk menggelar aksi sebanyak 3 kali pada November 2020.

Aksi akan digelar bersama elemen buruh lainnya di Jakarta dengan titik-titik aksi yang berbeda pada tanggal 2, 9, dan 10 November 2020. Dadan Sudiana menyatakan bahwa ada dua agenda yang akan disuarakan, yakni penolakan omnibus law UU Cipta Kerja dan penolakan atas surat edaran Menteri Tenaga Kerja mengenai upah minimum 2021 yang tidak naik, dimana hal ini sangat merugikan kaum buruh karena tidak seimbang dengan kenaikan inflasi sehingga tingkat kebutuhan semakin meningkat sedangkan pendapatan tidak ada kenaikan, ujarnya.

“Nanti di Jakarta akan ada puluhan ribu massa dari berbagai elemen buruh dari berbagai daerah, aksi akan diipusatkan di Istana Negara dan MK RI dengan mengangkat dua isu, yakni menolak omnibus law, meminta MK untuk mencabut UU Cipta Kerja, serta berharap Presiden Jokowi dapat mengeluarkan Perppu” Ungkap Dadan kepada Prabunews.com, Jum’at (30/10/20)

Masih menurut Dadan, sebelum MK RI membatalkan UU Cipta Kerja diharapkan Presiden keluarkan Perppu, selanjutnya kami meminta presiden untuk menginstruksikan Menteri Tenaga Kerja agar mencabut surat edaran yang menyatakan tidak ada kenaikan upah minimum 2021,” jelasnya.

“Intinya kami siap berjuang sampai menang dan siap kepung Istana Negara Jakarta” pungkasnya.

(Edwin/DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 2 =