Bandung, Prabunews.com – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kota Bandung (24/12) dengan intensitas waktu cukup lama telah menghadirkan lagi cerita duka lama yaitu meningginya permukaan air di beberapa ruas jalan yang ada di kota ini.

Bahkan di beberapa ruas jalan banyak kendaraan roda empat yang tidak dapat melewatinya akibat tingginya permukaan air tersebut.

Berdasarkan pantauan dari para kuli tinta, beberapa wilayah yang mengalami banjir, mulai dari wilayah barat, yang meliputi daerah Sukajadi, Pasteur, Cihampelas bawah, Cipedes dan Sukamulya serta area depan BTC Pasteur.

Sementara di bagian wilayah tengah kota, banjir terjadi di wilayah Pagarsih dan Moh. Toha.

Sementara untuk banjir di Pagarsih, ketinggian air mencapai betis orang dewasa.

Banyak kejadian yang dilaporkan termasuk melalui media sosial akibat dari banyaknya luapan air dibeberapa titik kota ini dimulai dari kendaraan bermotor yang terbawa hanyut, banyaknya sampah yang terbawa arus air hingga informasi warga yang terbawa derasnya arus air.

Hingga pukul 19.00 WIB, hujan pun masih terus mengguyur wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

Banyak faktor yang sejatinya menjadi bahan audit lingkungan secara menyeluruh diantaranya,
1. Perlu upaya penegakan Perda KBU.
2. Penertiban bangunan di sepanjang DAS .
3. Edukasi kepada masyarakat untuk memberikan Hak Sungai dengan tidak membangun di bantaran sungai.
4. Embung-embung di Kota Bandung harus diperbanyak.
5. Pengelolaan Kawasan Bandung Selatan ( Kawasan Tangkapan Air ) secara bijak.
6. Sampah yang selalu memenuhi saluran sungai.
7. Tidak mengabadikan pola pembangunan betonisasi dan aspalisasi.

(Kang Amat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 1 =