Bandung, Prabunews.com — Angka tindak pidana di wilayah Polda Jabar sepanjang  2020 mengalami penurunan. Salah satu faktor turunnya tingkat kejahatan tersebut yaitu pandemi Covid – 19. ‘’Faktor pandemi Covid- 19 bisa jadi alasannya,’’ kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri dalam acara Rilis Akhir Tahun 2020 di Mapolda Jabar,  Senin (29/12).

Menurut Dofiri, tindak pidana yang ditangani empat satuan kerja (satker) Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus,  Direktorat Reserse Narkoba, dan  Direktorat Polisi Air (Polair)  sepanjang 2020 sebanyak 17.674 perkara. Sedangkan pada 2019 jumlah tindak pidana yang ditangani sebanyak 19.300 perkara atau turun sebanyak 1.626 perkara (8,42 persen).

Selain jumlah tindak pidana,  kata Dofiri, penurunan juga terjadi pada penyelesaian perkara. Jumlah perkara yang diselesaikan selama 2020 sebanyak 13.900 sedangkan ada 2019 sebanyak 15.509 perkara.   ‘’ Penyelesaian perkara tahun 2020 mengalami penurunan sebanyak 1.609 perkara atau sebesar 10,37 persen,’’ kata peraih Bintang Adhimakayasa Akpol 1989 ini.

Dari 17.764 perkara yang ditangani, kata Dofiri, kejahatan konvensional masih mendominasi dengan jumlah sebanyak 14.369. Sedamhgkan pada 2019  kejahatan jenis ini tercatat sebanyak 16.008 perkara atau turun sebanyak 1.639 perkara (10,24 persen). Demikian pula dengan kejahatan transnasional mengalami penurunan dari 62 perkara di 2019 menjadi 52 perkara di 2020.

Penurunan jumlahp perkara, kata Dofiri, juga terjadi dalam tindak pidana korusi.  Pada 2020 jumlah penanganan kasus korupsi oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus  sebanyak 65 perkara. Sedangkan pada 2019 sebanyak 71 perkara atau menurun  enam perkara (8,45 persen). Jumlah tersangka kasus korupsi pada  2020 sebanyak 60 orang sedangkan pada 2019 sebanyak 80 orang. ‘’Ada enurunan jumlah tersangka sebanyak 20 orang atau 25 ersen,’’ kata jenderal bintang dua kelahiran Indramayu ini.

Sedangkan jumlah uang negara yang berhasil diselamatkan dalam perkara korupsi   sebesar Rp 27.472.141.669 sedangkan pada 2019 sebesar Rp 36.884.640.947 atau turun sebesar  Rp 9.412.449.278 .

Tindak kejahatan yang mengalami kenaikan selama 2020, lanjut Dofiri yaitu kasus penyalahgunaan narkotika. Pada 2020 jumlah pengungkaan kasus narkotika sebanyak   2.299 dengan tersangka sebanyak 2.812 orang. Sedangkan pada 2019 jumlah kasus sebanyak  2.204  dengan tersangka sebanyak 2.774 orang. Jumlah perkaranya naik 4,13 persen dan tersangka naik 1,36 persen,’’ Ucap Kapolda.

(mht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + 3 =