Cimahi, Prabunews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat telah menyatakan kesiapannya dalam menghadapi sekolah dengan menggunakan metode pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya akan dimulai 11 Januari 2021 mendatang di tengah pademi covid-19 saat ini.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi mengatakan, pihaknya akan melakukan metode pembelajaran tatap muka nanti secara bertahap dengan menggunakan prinsip sukarela.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka yang diberlakukan oleh Disdik Jabar itu tidak terlalu diwajibkan dan ditetapkan secara parsial.

“Kenapa dilakukan parsial? Karena, ada tahapan-tahapan yang akan dilakukan sekolah apabila akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dan ada tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan seperti verifikasi di level pengawas dan Kantor Cabang Dinas (KCD) serta harus meminta rekomendasi serta izin (pembelajaran tatap muka) kepada bupati/wali kota sebagai ketua satgas covid di tingkat kabupaten/kota,” kata Dedi Supandi dalam postingan Instagramnya, Senin (4/1/2021).

Meski begitu, Dedi menegaskan pihaknya telah siap menghadapi apapun pola pendidikan yang akan dilaksanakan pada 11 Januari 2021 mendatang.

“Apapun pola pembelajarannya, satuan pendidikan di Jabar telah siap menyelenggarakan pembelajaran pada 11 Januari 2021,” ujar Kadisdik Jabar.

Kesiapan tersebut diungkapkan Dedi dengan alasan bahwa di Jabar sudah meluncurkan kurikulum pendidikan yang berbasis karakter dan based learning (Kurikulum Masagi).

“Kami sudah meluncurkan Kurikulum Masagi, yakni implementasi kurikulum nasional berbasis karakter dan based learning dengan kearifan lokal Jawa Barat,” pungkas Kadisdik Jabar.

(Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + six =