Bali, Prabunews.com – Dampak ekonomi dari pandemi ini memiliki efek dramatis pada kesejahteraan banyak keluarga dan masyarakat. Seperti hilangnya sebagian dari penghasilan akibat pendemi Covid ini.

Saat di temui, Bayu seorang pemuda 18 tahun asal Badung yang bekerja sehari-hari sebagai ojol (ojek online) sangat merasakan dampak dari corona.

Dalam menjalani pekerjaan nya Bayu mengalami kendala saat ingin mengantar atau menjemput customer ia mengatakan “Kadang pas datang ke hotel, Kita tidak bisa langsung interaksi, padahal Bayu senang interaksi ke orang-orang juga. Emang sih bagus niatnya buat memprotect tamu nya dan untuk mengurangi interaksi sosial”, pungkasnya.

Bayu sehari-hari bekerja sebagai ojol sejak Mei 2020, Ia adalah lulusan SMK dan langsung bekerja sebagai ojek online, Karna disebabkan kurang nya lapangan pekerjaan, efek dari pandemi covid ini. Apalagi sesuai dengan peraturan Pemerintah bahwa Bali akan mengadakan PSBB lagi¬† “Menurut Bayu PSBB oke saja, Tapi dari segi prokes di Bali udah cukup mumpuni mengurangi Covid itu, Soalnya dari pengalaman saya yang sudah sering keliling. Hampir semua resto sudah menerapkan protokol kesehatan”, ujarnya.

Dalam penerapan PSBB di tahun 2021 ini banyak yang pro dan kontra atas aktivitas ini termasuk para pekerja yang mengalami dampak pandemi ini.

“Agak kontra sih,karna adanya pembatasan ini, Jam kerja nya jadi agak berkurang dan berpengaruh ke pendapatan juga sih”, tuturnya.

Harapan Bayu untuk Pemerintah “Harapan nya kalau bisa jam nya seperti dulu tapi dengan menggiatkan pembatasan interaksi sosial aja sih,soalnya kalau ke tempat-tempat wisata biasanya ada tamu-tamu yang bandel, Bergerombolan datang nya, Tidak pakai masker juga”, Pungkasnya.

Bayu tidak lupa untuk mengingatkan temen-teman yang masih muda untuk tetep semangat ,¬† Jangan patah semangat, Tidak boleh menyerah pada keadaan, Gali peluang, Cari Peluang, Sikat Peluang”, Ujarnya.

(Ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − 10 =