Surabaya, Prabunews.com – Saiful Bahri Bin Asmar, Bos Tervel Jamaah Haji di Jember jadi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin mendakwa terdakwa dengan Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP karena menipu 8 calon jamaah haji furoda.

Saksi Nur Faidah mengaku, saat itu terdakwa mendatangi kantor anaknya Muhammad Mardika Purwantara Utomo Putra, bos PT Almaghfirah di Jalan Ketintang Madya Surabaya, Desember 2016.

Saat itu terdakwa menjanjikan dapat memberangkatkan haji furoda atau haji plus. Karena percaya, saksi kemudian mendapatkan 8 calon jamaah haji dengan total uang sekitar Rp 720 juta dengan cara pembayaran cash dan transfer. Namun sayang, hingga waktu yang ditentukan, Agustus 2017, terdakwa belum juga memberangkatkan calon jamaah haji ke tanah suci.

Saksi kemudian bersama suami Mardi Utomo mendatangi rumah terdakwa di Dusun Krajan, Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Jember. Hinga terdakwa tidak pernah ada kabarnya. “Sampai saya bersama suami mendatangi terdakwa di Jember untuk menanyakan terkait permasalahan tersebut, tapi cuma iya iya saja,” kata Nur Faidah, di Ruang Garuda 1 PN Surabaya, Selasa (12/1/2021).

Mendapati keterangan saksi Nur Faidah, terdakwa Saiful Bahri tidak membatahnya. “Iya pak benar,” singkatnya melalui sambungan telepon seluler.

Uang Nur Faidah kurang lebih Rp 720 juta yang diserahkan, menurut dakwaan, oleh terdakwa Saiful Bahri dibelikan mobil Honda Mobilio warna Orange seharga Rp 240 juta, Minggu 30 Juli 2017 silam. Sisanya, digunakan untuk memberangkatkan jamaah umroh lain milik terdakwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − 6 =