Surabaya, Prabunews.com – Daftar jumlah penerima atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Jawa Timur (Jatim) banyak yang dicoret pada awal tahun 2021 oleh pemerintah pusat. Hal ini menyusul sedang dilakukannya perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Alwi menjelaskan, bahwa kebijakan ini bukan semata-mata hanya pemangkasan. Tapi saat ini memang sedang ada perbaikan DTKS.

“Sekarang sedang dilakukan perbaikan DTKS. Sekali lagi perbaikan. Bukan semata-mata pemangkasan,” tegas Alwi saat dikonfirmasi, Selasa (12/1/2021).

Disinggung terkait jumlah total KPM di Jatim, dia mengaku belum mengetahui secara pasti. Pasalnya saat ini masih dilakukan usulan perbaikan dan tambahan data ke Kementerian Sosial (Kemensos).

“Belum tahu mas. Karena sekarang masih dilakukan usulan perbaikan dan tambahan oleh kabupaten-kota ke Kemensos. Angka finalnya belum,” imbuhnya.

Ketika dikonfrontir dengan banyaknya keluhan masyarakat di Jatim yang menilai kebijakan ini tidak tepat, Alwi pun belum bisa memberikan tanggapan. Yang pasti, pihaknya saat ini masih menunggu hasil verifikasi perbaikan DTKS dari kabupaten/kota se Jatim.

“Kita nunggu verifikasi dari kabupaten/kota. Ini masih proses verifikasi perbaikan DTKS,” tandasnya.

Seperti diketahui, pemangkasan ini terjadi hampir di semua kota/kabupaten di Jatim. Termasuk di antaranya Tuban, Bojonegoro, Gresik dan beberapa daerah lainnya. Namun dari temuan di lapangan ada beberapa penerima, dengan kondisi kehidupannya yang masih layak menerima bantuan sosial dari pemerintah justru ikut tercoret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − 10 =