Denpasar, Prabunews.com – Dipimpin oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Video Conference (Vidcon) membahas tentang monitoring pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, pada Senin (25/1/2021) bertempat di Ruang Yudha Puskodalops Kodam IX/Udayana.

Pada intinya, Menkes RI meminta kepada para Gubernur, Pangdam dan Kapold, dalam memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi agar tenaga kesehatan untuk cepat menyuntikan vaksin tersebut termasuk pada Hari Sabtu dan Minggu, karena kita harus mengejar satu juta suntikan rata-rata setiap harinya selama satu tahun.

Dimana dari hasil monitoring, dalam sehari yang datang ke rumah sakit dan Puskesmas sebanyak 177 orang dan yang berhasil disuntik hanya 149 orang karena alasan kesehatan seperti akibat Hipertensi dan Kormobid.

Kedepan diharapkan agar rate menyuntikannya setiap hari bisa ditingkatkan termasuk pada Hari Sabtu dan Minggu demi mengejar target 1 juta Nakes sudah disuntikan per hari dalam kurun waktu selama 12 bulan, karena kita tidak tahu kekebalan vaksin ini berapa lama. Untuk yang tertunda karena hipertensi agar minum obat dalam jangka 3 hari langsung di suntik, harap Menkes RI.

Terkait distribusi vaksin, pada tahap berikutnya sudah mulai dikirim 1,8 juta dan harus sudah sampai di provinsi serta segera didistribusikan ke kabupaten/kota untuk segera disuntikkan.

Untuk daerah-daerah yang gatenya besar tenaga kesehatannya seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Surabaya, Bandung, Bekasi, Sumut, Sumsel dan Sulawesi.

Kita harus kerja keras untuk mengejar vaksinasi kepada tenaga kesehatan dengan target 1,5 juta sudah selesai di akhir Pebruari dan diharapkan di minggu ke tiga Bulan Pebruari vaksinasi untuk publik dan ASN sudah dimulai.

Selanjutnya Mentri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal Pol. Tito Karnavian pada intinya menyampaikan dalam menghadapi pandemi Covid-19 perlu adanya keserentakan kebijakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, dimana selama 11 bulan kita sudah mengalami pandemi ini dan kita sudah menggunakan berbagai jurus untuk pencegahan seperti testing, tracing dan treatment (3T) termasuk juga dengan menerapkan 3M dan kini ditingkatkan lagi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maupun Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Terkait vaksinasi, Mendagri menyampaikan perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksinasi ini bukan obat, tetapi memasukkan antigen Covid-19 ke dalam tubuh dalam rangka memancing kekebalan tubuh untuk mengeluarkan anti bodi yang spesifik mengenali dan bisa menghancurkan Covid-19.

Prinsip dari vaksinasi ini adalah agar keluar anti bodi selain bisa melindungi perorangan juga tujuan utamanya adalah untuk membangun kekebalan kelompok yang hanya bisa efektif untuk memutus rantai penularan. Untuk bisa mewujudkan 2/3 populasi bisa memperoleh anti bodi pada waktu yang sama perlu adanya kecepatan dan memerlukan keserempakan pusat dan daerah sampai ke desa-desa ini perlu melakukan mobilisasi.

Sehingga peran dari Pemerintah Daerah dalam mempersiapkan infrastruktur yang ada di daerah masing-masing yaitu dimobilisasi mulai dari fasilitas kesehatannya, tenaga vaksinator, kemampuan mereka untuk melakukan vaksin, melakukan monitoring untuk menjaga jangan sampai terjadi Kipi atau bisa memitigasi Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Kipi) tersebut karena di dalam 1 Vaksin itu tidak hanya 1 antigen yang ada, tetapi ada bagian-bagian yang lain juga.

Sambil nanti proses vaksinasi berjalan, infrastruktur di daerah juga disiapkan semaksimal mungkin dan kemudian dilaporkan kepada Dinas Kesehatan kesiapannya sehingga kita memiliki data yang betul-betul valid/lengkap, tambah Mendagri.

Turut mendampingi Kasdam IX/Udayana diantaranya Asops Kasdam IX/Udayana, Aspers Kasdam IX/Udayana, Aster Kasdam IX/Udayana, Kakesdam IX/Udayana, Karumkit Tk II Udayana dan Waasintel Kasdam IX/Udayana.

(Ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 14 =