Dengan diberikannya SK PB PARFI kepada Ketua PARFI Jabar Dewi Parta, Jakarta 22 Januari 2021, merupakan sebuah kemunduran bagi eksistensi organisasi keartisan PARFI. Walaupun SK untuk Dewi Parta tsb berlaku 6 bulan dan akan diberi sanksi bila tidak menjalankan target program Parfi Jabar selama 6 bulan masa percobaan tsb, pdhal periode kepengurusan sesuai AD ART berlaku 5 tahun.

Ada apa dengan PB PARFI yg baru saja dilegalkan melalui Kongres Yang Dipercepat, Maret 2020 di Jakarta dan terpilihnya artis senior Alicia Djohar sebagai Ketua Umum, Gusti Randa sebagai Sekum ?

Sekum PARFI Gusti Randa menyerahkan SK Percobaan kepada Dewi Parta

Dan sebuah pelanggaran AD ART yg dilakukan oleh PB.PARFI, karena Dewi Parta bukanlah seorang artis dan tidak memiliki rekam jejak keartisan di Jabar. Dengan turunnya SK kepada Dewi Parta sebagai Ketua PD PARFI Jabar, 22 Januari 2021 menjadi bahan lelucon para kalangan sineas dan artis film Jabar terutama, disamping tdk melalui mekanisme Rapat Anggota yang diatur AD ART, juga sosok DP merupakan hasil penunjukan, bukan hasil pemilihan, sebagaimana AD ART PARFI.

Apakah tidak ada lagi seorang sosok artis di Jawa Barat yang mampu menggerakkan organisasi profesi keartisan di Jabar. Padahal di Jabar segudang artis lahir di sini, sebutlah Deasy Ratna Sari, Dede Yusuf, Hengky Tarnando, Barry Prima, Erick Soemadinata, Wenny Rosaline, Rieke Diah Pitaloka, Eksanti, grup Project P, Budi Dalton, Laudya Chintya Bella, Citra Kirana dll..Dan sejarah membuktikan kalau film pertama Lutung Kasarung lahir di Bandung 1926.

Dengan munculnya nama Dewi Parta sejak diberikannya mandat sebagai panitia pemilihan/koordinator pemilihan Ketua PARFI Jabar, 29 Oktober 2020, dan memproklamirkan dirinya sebagai Ketua PARFI Jabar dgn membawa simbol2 organisasi PARFI, yang jelas-jelas melanggar AD ART menuai respon dari para mantan dan anggota PARFI lama periode kepengurusan Eka Gandara (2006-2010) dan periode Ainun Azhar (2010-2014). Mereka serempak mengadakan Rapat Anggota dan terpilih Jeff Elva Koswara sebagai Ketua PARFI Jabar versi Parfi Jabar lama. Tapi kenapa SK PARFI Jabar walaupun hanya 6 bulan jatuhnya ke Dewi Parta ?

Keputusan PB tersebut mencederai para artis film Jabar dan sejarah keartisan Jabar, yg sudah dibangun oleh nama-nama besar seperti Rahmat Hidayat, Ambu Yati Syarifah, Aom Kusman, Rudy Djamil, Kang Ibing, Robert Syarif dan beberapa mendiang artis lainnya, terutama yg lahir dari Sanggar Wijaya Kusumah Ambu Yeti Syarifah, Sanggar Devimir Tisna Brata dan yang lahir dari individu keartisan film Jabar lainnya.

Kami sebagai para pelaku/pekerja film hanya jadi penonton karena kami masyarakat film Jabar dianggap tidak ada, Hal ini seperti dinyatakan oleh Dede Syarif HD, S.Sn, Anggota dan Mantan Pengurus PARFI Jabar.

(Kang Amat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *