Bandung, Prabunews.com – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah momentum untuk siapapun memperbaiki dirinya.
Hal itulah yang terungkapkan oleh Walikota Bandung pada saat peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan secara virtual (12/3).

Pada kesempatan tersebut Mang Oded yang didaulat menyampaikan sambutan sekaligus tausiyahnya menegaskan tentang keteladanan sosok Rasulullah Muhammad SAW yang sudah selayaknya diteladani oleh kita semua sebagai pribadi, orang tua dan pemimpin bahkan lebih jauh keteladanan Rasulullah-lah yang idealnya dijadikan sebagai parameter dari jargon revolusi mental.

Kegitan yang digelar olah PGRI Kota Bandung melalui Sekbid Pengembangan Rohani dan Karakter dengan tema ” Aktualisasi nilai nilai edukasi dan hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam perspektif pendidikan di masa Pandemi Civid-19 ” tersebut diikuti oleh 2000 peserta melalui zoom meeting serta 4000 peserta yang menyaksikan melalui line Youtube cannel PGRI Kota Bandung.

Hadir pada kesempatan tersebut Kadisdik Kota Bandung Drs.Hikmat Ginanjar, M.Si yang sekaligus menyampaikan sambutanya dengan menegaskan pesan keteladanan Nabi Muhammad SAW ( Sidiq, Amanah, Tablig Fhatonah ) bagi kinerja civitas akademika.

Drs.Cucu Saputra, M.M.Pd, Ketua PGRI Kota Bandung mengatakan bahwa kegitan kali ini merupakan kado istimewa bagi semua warga PGRI dan Disdik Kota Bandung karena disela kesibukannya Mang Oded dapat hadir sekaligus memberikan tausiyahnya.Ini bagaikan oase disaat rasa sono untuk berkomunikasi dengan Pa Wali disaat keterbatasan karena situasi pandemi.

Dirinya sangat berharap agar semangat perubahan dan menduplikasi keteladanan Rasulullah Muhammad SAW menjadi energi dalam memaksimalkan nilai-nilai pengabdian pelayanan pendidikan terhadap peserta didik.

Selain ini keteladanan Rasulullah SAW-pun harus dapat tersampaikan kepada orang tua peserta didik dengan membangun komunikasi yang baik melalui pendekatan ruang berbasis teknologi, sekali waktu tidak ada salahnya guru melakukan zoom meeting bersama orang tua dan menyampaikan kendala pendidikan untuk bersama-sama dicari solusinya, tegas Cucu.

(Kang Amat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − 4 =