Bandung, Prabunews.com – Banyaknya jumlah pengunjung ke Pasar Baru Kota Bandung yang sempat menjadi bahan liputan beberapa media beberapa hari kebelakang ternyata itu merupakan kondisi sesaat.

Kondisi Pasar Baru pada tanggal 2 Mei 2021

Setelah melakukan pemantauan langsung ke lokasi pasar teramai pada masanya sekaligus sebagai pasar penyerap lapangan pekerjaan terbanyak ternyata kondisi itu tidak ditemukan pada saat beberapa hari belakangan ini.

Kondisi Pasar Baru tidak seramai kondisi sebelumnya.

Iwan Suhermawan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) mengatakan bahwa membludaknya pengunjung pada beberapa hari yang lalu tepatnya hari sabtu dan minggu dinyatakan pada hari itu merupakan puncak dari mobilitas warga untuk belanja mengingat pada hari selanjutnya tepatnya tanggal 6 Mei sudah dilakukan kebijakan peniadaan mudik.

Jadi warga masyarakat terutama mereka yang dari luar kota menjadikan hari itu sebagai saat untuk berbelanja.

Fakta lain dilapangan upaya yang maksimal pun dilakukan oleh pengelola pasar dalam terus meningkatkan kewaspadaan serta kenyamanan para pengunjung dan pedagang dengan tersedianya fasilitas CTPS, Hand Sanitizer di setiap toko serta adanya woro-woro yang disampaikan disetiap waktu untuk mengingatkan tentang prokes 5 M kepada semua masyarakat yang ada di pasar itu.

Iwan menuturkan relaksasi yang diberikan Pemkot Bandung tahun ini memberikan peluang lebih leluasa bagi pedagang untuk menggerakan sendi-sendi perekonomian. Pasalnya, tahun lalu kegiatan perdagangan di Pasar Baru mati suri mengingat ditutupnya Jalan Otista agar warga tak berkerumun.

Pergerakan konsumen pun masih terbatas pada produk-produk barang-barang tertentu seperti baju koko, dan fashion trendi seperti jeans dan kaos serta kebutuhan lebaran.

Menyelaraskan antara geliat ekonomi dan upaya pencegahan penyebaran Virus C-19 melalui kedisiplinan warga adalah hal mutlak yang harus dilakukan.

(Kang Amat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − two =