Cimahi, Prabunews.com – Permasalahan viral tik tok seorang siswi mengenai kejadian Palestina di Provinsi Bengkulu yang berakhir dengan hukuman dikeluarkan dari sekolah, hal ini menjadi satu pembelajaran dan pekerjaan rumah berkaitan dengan kemampuan analisis siswa terhadap satu permasalahan harus lebih diasah kembali sehingga bisa memilih dan memilah serta membatasi komentar terhadap satu permasalahan yang sensitif.

Ketua LBP2 Kota Cimahi dan Pimpinan Redaksi Media Online Prabunews.com Dadan Sambas, SIP, Kamis (20/05/2021), berpendapat bahwa dengan kejadian komen tik tok siswi di Provinsi Bengkulu yang berakhir dengan dikeluarkannya dari sekolah tentunya menjadi sebuah bencana.

Masa depan siswi tersebut yang duduk di kelas akhir dan sebentar lagi kelulusan menjadi tidak jelas. Agar hal ini tidak terulang kembali maka perlu pelatihan dan pengasahan analisis siswa/wi kepada satu permasalahan mengenai memilih dan memilah serta batasan komentar yang bisa diungkapkan agar tidak terjadi masalah sosial terhadap komentar yang muncul, ujar Dadan.

Guna mengasah kemampuan analisis siswa ini bisa dilakukan di dalam kbm apabila telah berjalan normal dan dipandu oleh seorang pendidik. Dalam tahapan ini pendidik menggambarkan tata cara analisis terhadap satu permasalahan mengenai akar masalah, sensitifitas masalah, keterkaitan masalah serta solusi yang bisa dilakukan terhadap permasahan dengan berdasarkan berbagai sudut pandang. Dan hal yang penting juga yaitu pengawasan kepada anak oleh orang tua mengenai konsumsi media sosial yang bisa didapatkan dengan mudah, pungkas Dadan.

Sedangkan pendapat Wakasek Kurikulum SMAN 1 Pangalengan Rusmana, M.Pd terhadap kejadian tik tok siswi mengenai Palestina di Provinsi Bengkulu yaitu lebih mengutamakan pada advokasi kepada siswi tersebut. Rusmana menyatakan advokasi diutamakan karena melihat masa depan siswi tersebut serta mencegah dampak psikologis yang bisa berpengaruh. Advokasi ini bisa dilakukan secara bersamaan baik stakeholder, disdik, KPAI, Komnas Perempuan sampai LSM yang saat ini concern terhadap permasalahan di masyarakat, ujarnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × three =