Depok, Prabunews.com – Berakhirnya pemberlakuan perpanjangan PPKM darurat sejak 3 Juli – 20 Juli 2021 kemudian perpanjang sampai 26 Juli. Kini sudah memasuki akhir PPKM darurat tersebut senin mendatang. Dengan selesai diberlakukannya kebijakan ini nyatanya banyak yang berpendapat bahwa belum juga membawa perubahan yang berarti, ini dilihat dari masih tingginya angka kasus COVID-19 di kota Depok.

Dalam setiap harinya masih terjadi peningkatan kasus positif COVID-19 dan kematian yang menyebabkan fasilitas kesehatan serta rumah sakit rujukan di sejumlah rumah sakit di Depok penuh. Hal ini semakin diperparah dengan banyaknya pasien ISOMAN (isolasi mandiri) yang tidak terkontrol dan terpantau secara medis dan dipastikan muncul kasus cluster keluarga.

Hal tersebut di sampaikan Ir. Jarmud As Tahun (Semmy) selaku ketua Umum BAMUS Ormas dan LSM kota Depok di sela-sela giat penyemprotan disinfektan di kelurahan Mampang, Pancoran Mas Depok pada Sabtu, 24/07/2021.

Semmy berharap bahwa pemerintah kota Depok terus bersinergi dengan BAMUS melalui DAMKAR tentang pencegahan kasus Covid-19 yang terus melanda kota Depok. Sebab menurutnya dampak PPKM Darurat masih belum menunjukkan keberhasilan. Penerapan PPKM Darurat mulai dilaksanakan sejak 3 Juli 2021 lalu dan telah berlangsung hingga 20 Juli serta diperpanjang sampai 26 juli dan itu akan berakhir senin besok.

Semmy menjelaskan bahwa untuk melihat keberhasilan dari suatu intervensi terhadap pandemi virus corona, yang dilakukan melalui PPKM darurat adalah ada dua parameter yang menentukan. ”Yaitu growth rate atau pertumbuhan kasus dan angka reproduksi (Covid-19). Dari data yang ada, kedua hal ini menunjukkan adanya peningkatan“. Keduanya belum berhasil karena testing rendah dan seterusnya. Semoga pemerintah pusat dapat mengevaluasi PPKM Darurat yang telah berlansung hampir sebulan ini. Pemerintah terlihat sangat serius akan penanganan C19 yang terus terjadi lonjakan kasus di Indonsia. Dengan angka kematian yang meningkat, diakibatkan karena kegagalan dalam pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, Treatment), dalam menemukan kasus Covid-19 secara dini dan cepat di masyarakat, jelas Semmy.

Masih ketua umum Bamus Semmy, mengatakan masyarakat kita juga seharusnya merespon baik kebijakan dan himbauan pemerintah. Dipelbagai kalangan masih terdapat hal-hal yang menurut saya tidak patut dicontoh. Seperti provokasi dan tidak percaya akan virus corona. Bahkan sebagian masyarakat kita terkesan lebih pintar dari dokter. Saya tegas mengatakan ini! Bagi yang menganggap dirinya pintar janganlah membodohi masyarakat awam. Jika masih tidak percaya dengan corona, datangnglah sesekali ke RSUD atau rumah sakit yang menangani pasien covid dan buka mata lebar-lebar, pungkas Sammy.

Sementara itu ketua Dewan Pembina/Pendiri BAMUS Kombes Pol (Purn) Dramayadi S.H., yang hadir di lokasi penyemprotan, berharap Ormas dan LSM yang sudah bergabung di BAMUS terus solid dan bermanfaat bagi masyarakat kota Depok. PPKM darurat sudah hampir selesai tetapi BAMUS terus melakukan penyemprotan di kelurahan-kelurahan yang masih zona merah.

Dramayadi menambahkan dari berbagai pernyataan pemberlakuan PSBB maupun PPKM Darurat nyatanya masih belum mampu menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia. Oleh sebab itu kesadaran bersama masyarakat terkhusus kota Depok sangat penting untuk terus mematuhi Prokes. Menurut saya apa yang telah di lakukan pemerintah sudah tepat untuk memberkakukan PPKM darurat yang sudah kita jalani ini, namun kesadaran masyarakat itu lebih penting, pungkas Pembina BAMUS Ormas dan LSM kota Depok Dramayadi.

Beliau menambahkan berharap agar pemerintah kota Depok memperhatikan dan memfasilitasi Ormas dan LSM yang sudah berbuat terlebih dalam pencegahan penularan Covid-19 di kota Depok. Sehingga teman-teman Ormas dan LSM semakin semangat dalam bertugas, tutup Dramayadi.

Untuk kali ini BAMUS Ormas dan LSM kota Depok melakukan penyemprotan disinfektan di RW 09 kelurahan Mampang kecamatan Pancoran Mas Depok. Menurut keterangan pak RT 04/RW 09 Sugiarto bahwa di lingkungan RW kami ada sekitar 50-an yang terpapar Covid-19 dan beberapa orang yang meninggal. Hal itu di benarkan oleh Istri Ketua RW 09 Ani Rohani.

Ani Rohani melanjutkan bahwa saya mewakili ketua RW 09 Rudi sangat berterima kasih kepada BAMUS atas penyemprotan di wilayah kami.

Sementara itu ketua RT 02 Pak Nimun mengatakan bahwa penyemprotan hari ini oleh BAMUS di wilayah kami sangat membantu untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di RW kami.

Masih di wilayah RW 09 ketika media berdialog dengan salah satu warga setempat pak Pdt. Markus Almet menyampaikan bahwa sangat bersyukur atas kepedulian BAMUS kota Depok. Sebab warga kami tidak mengeluarkan biaya soalnya penyemprotan Selama ini kami harus beli obat dan biaya operasional untuk petugas penyemprotan.

Pdt. Markus yang salah satu tokoh masyarakat di wilayah RW 09 ini berterima kasih kepada BAMUS beserta TIM yang sudah melakukan penyemprotan gratis di wilayah kami. Semoga Tuhan memberkati BAMUS kota Depok semakin jaya dan bermanfaat bagi sesama, tutup Markus.

(Relius Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *