Advokat John Korassa Dorong Penyidik Tunjukkan Dua (2) Alat Bukti

NEWS36 Dilihat

Denpasar,Prabunews,com-LBH Himpunan Penerus Pejuang Pembela Tanah Air(LBH-HPP-PETA) cabang Bali yang dinahkodai oleh John Korassa Sonbai,SH.,MH mohon penjelasan dua(2)alat bukti yang menjadi dasar hukum Penyidik yang telah menjadikan kliennya Tjio Hok Sioe sebagai terlapor menggunakan surat palsu atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akte otentik sebagaimana dimaksud  dalam pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau pasal 266 KUHP sesuai laporan polisi Nomor : LP/B/27/II/2022/SPKT/Polda Bali tanggal 21 januari 2022.

Dijelaskan  bahwa dalam laporan polisi tersebut tentang dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu  pada akta otentik dan atau penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP,Pasal 266 KUHP, Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP yang dilaporkan oleh Mintarjo.

 

Dalam surat undangan klarifikasi tersebut pada tanggal 24 Februari 2022 terlapor Tjio Hok Sioe tidak datang dengan alasan sangat keberatan terhadap tindakan penyidik yang menjadikan sebagai terlapor.

 

John Korassa menjelaskan bahwa yang menggunakan  surat kuasa tanggal 23 April 2022 adalah terlapor MAJ dan yang menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik pasal 266 KUHP adalah MAJ.

 

“Antara Tjio Hok Sioe dengan Mintarjo(pelapor) tidak saling kenal dan tidak pernah jumpa”,terang John Korassa sebagai kuasa hukum dari Tjio Hok Sioe.Pada surat kuasa tersebut Mintarjo sebagai pemberi kuasa sedangkan MAJ sebagai penerima kuasa,MAJ inilah yang memakai surat kuasa tersebut untuk  meminjam uang pada Tjip Hok sioe sebesar Rp.625.000.000,tegas John Korassa.

 

Dalam pinjaman tersebut telah dibuatkan akta pengakuan hutang oleh Notaris Hartono(kuitansi penerimaan uang,surat kuasa dan akta pengakuan hutang terlampir).

Lebih lanjut John Korassa mengatakan bahwa tindakan penyidik yang menjadikan Tjio Hok Sioe sebagai terlapor adalah error in persona dan merupakan tindakan kriminalisasi.

Penyidik telah menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya tanpa didukung oleh dua(2) alat buktidalam menangani perkara tindak pidana tersebut.

google.com, pub-1005788564829701, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kemudian John Korassa Sonbai,SH,,MH melalui media memohon agar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali dapat memberikan penjelasan kepada kliennya(Tjio Hok Sioe) dua (2) alat bukti yang dimilki penyidik sehingga menjadikan klien kami Tjio Hok Sioe sebagai terlapor tindak pidana menggunakan surat palsu dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau pasal 266 KUHP sesuai Laporan Polsi Nomor : LP/B/27/II/2022/SPKT/POLDA BALI tanggal 21 Januari 2022.

(AR)

Komentar