Bandung, Prabunews.com – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada beberapa sekolah yang diinstruksikan untuk diberhentikan sementara karena berdasarkan hasil tes Swab secara acak dinyatakan ada warga yang terpapar C-19.

Hal ini tidak lantas dapat diartikan bahwa kebijakan PTMT-T secara general gagal dalam menciptakan kondisi aman dan nyaman bagi keselamatan warga sekolah serta semua proses PTMT di seluruh sekolah harus dihentikan.

Pelaksanaan tes Swab tersebut justru secara nyata menggambarkan keseriusan Pemerintah Kota Bandung untuk terus mengawal pelaksanaan PTMT agar tetap dapat berjalan secara baik serta meminimalisir bahkan menghindarkan terjadinya kluster sekolah.

Drs.Hikmat Ginanjar, M.Si Kadisdik Kota Bandung menyatakan bahwa pihaknya terus melalukan assesment dan monitoring secara berkala melalui pelaporan dari masing-masing gugus tugas C-19 Satuan Pendidikanyang telah terbentuk.

Kita tentunya sangat tidak berharap atas segala kemungkinan yang terburuk sehingga penguatan monitoring dan evaluasi terus diupayakan.

Kerjasama melalui kinerja berbasis sinergitas kolaborasi dengan unsur Satgas COVID-19 kewilayahan pun terus ditingkatkan karena secara teritorial mereka memiliki akses terdekat dan personel yang cukup.

Adapun bagi sekolah yang telah dinyatakan ada warganya yang terpapar maka langkah-langkah kongkrit berdasarkan SOP dilaksanakan oleh Dinkes Kota Bandung melalui UPT Puskesmas terdekat sampai pelaksanaan tracing.

Kita semua harus memainkan perannya dalam upaya menghindari penyebaran virus ini melalui saling peduli, edukasi, sosialisasi tentang berapa pentingnya gerakan disiplin prokes dan ini berlaku bukan hanya pada titik terjadinya PTMT namun disemua leading sektor kegiatan sosial karena secara nyata kita tidak tahu dimana persisnya warga sekolah itu terpapar, tegas Hikmat.

(Kang Amat)

By Redaksi

Integritas Digital Media