Prediksi BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrim Maret-Mei Hingga Karhutla

Nasional, Peristiwa357 Dilihat

Prabunews.com – Badan Meteorologi, Klimatlogi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di wilayah pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara. Wilayah tersebut akan mengalami periode peralihan musim hujan ke musim kemarau pada Maret hingga Mei 2023.

Untuk itu, beberapa wilayah harus terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrim akibat periode transisi musim tersebut.

“Perlu diwaspadai fenomena cuaca ekstrim yang sering muncul, seperti hujan lebat, angin puting beliung, dan angin kencang,” kata Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan lewat keterangan tertulisnya, Jumat (27/1).

Ia pun memperingati bahwa kondisi tersebut sering memicu terjdinya bencana hidrometeorologi, meski perode terjadi secara singkat.

Selanjutnya, BMKG juga memprediksi curah hujan bulanan kategori di atas normal berpotensi terjdi di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian timur dan utara pada Februari dan Maret 2023.

Kendati demikian, selama enam bulan ke depan cuarah hujan bulanan tersebut akan didominasi oleh kategori normal.

Sementara curah hujan dengan kategori bawah normal berpotensi terjadi di sebagian Sumatera bagian tengah, sebagian Kalimantabagain Tengah, sebagian Sulawesi bagian tengah dan sebagain kecil Papua. Ini akan terjadi pada Februari-Maret 2023.

“Sebagian besar Sumatera dan Jawa pada Mei dan Juni 2023.

Potensi Karhutla

lebih lanjut, BMKG memprediksi curah hujan akan terus menurun dan kemarau diprediksi lebih lama pada 2023. Kondisi ini menyebabkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibeberapa wilayah.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengaku khawatir Karhutla tahun 2023 ini akan separah tahun 2019. Untuk diketahui, terdapat potensi terjadinya penurunan curah hujan setelah 3 tahun terakhir yakni pada 2020, 2021, 2022.

BNPB mencatat, karhutla 2019 membakar 857 ribu hektare lahan. Karhutla tahun itu merupakan yang terparah dari tiga tahun sebelumnya.