Penembakan di Kereta Bawah Tanah New York, Ini Kronologi dan Pelaku

Prabunews.com – Sebuah penembakan massal telah terjadi di sebuah stasiun kereta bawah tanah di wilayah Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (12/4/2022). Dalam peristiwa itu, sekitar 30 orang dilaporkan terluka.

Saat petugas dan tim penyelamat tiba di bawah tanah 36th Street, sudah ditemukan kepulan asap yang ada di stasiun tersebut.

Menurut Komisaris Departemen Kepolisian New York (NYPD) Keechant Sewel, tersangka merupakan seorang penumpang kereta N.

Saat tiba di stasiun kereta bawah tanah 36th Street, tersangka terlihat mengenakan masker gas lalu mengeluarkan tabung dari tasnya dan melemparkan dua granat ketika kereta api yang penuh sesak mendekati stasiun 36th Street di lingkungan Sunset Park.

Kemudian ia mulai menembaki penumpang dengan pistol. Setelah sekitar 33 tembakan, pelaku melarikan diri.

Pihak NYPD menggambarkan tersangka sebagai pria bertubuh kekar dan mengenakan rompi tipe green construction dan kaus bertudung. Ia saat ini masih buron dan dalam pengejaran.

Pelaku Penembakan

Polisi mengatakan bahwa pria itu, Frank R. James, 62, telah menyewa sebuah van U-Haul di Philadelphia.

Kunci van ditemukan dalam koleksi barang-barang di kereta yang diyakini milik pria bersenjata itu, termasuk pistol Glock 9 milimeter, tiga magasin amunisi, kapak, kembang api, dan cairan yang diyakini adalah bensin.

Polisi menemukan van ditinggalkan di jalan Selasa sore, sekitar lima blok dari stasiun Kings Highway. Di stasiun tersebut, pria bersenjata itu naik kereta bawah tanah lima mil dari stasiun 36th Street, tempat penembakan New York terjadi.

Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Sebelum penembakan, James telah memposting sejumlah video di YouTube. Di video tersebut dia mengarang acara berita dengan kata-kata yang kasar.

Dia menyalahkan perempuan kulit hitam atas kekerasan di antara orang kulit hitam dan menunjuk invasi Rusia ke Ukraina sebagai bukti bahwa orang kulit putih melakukan genosida.

Dilansir dari ABC News, pelaku menembak 10 orang dan memicu kepanikan selama jam sibuk perjalanan.

Sebanyak 29 orang luka-luka akibat penembakan, dan lima orang luka parah. Polisi menawarkan hadiah US$ 50.000 untuk orang yang berhasil menangkap pelakunya.

Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap tersangka dan masih menyelidiki motifnya.

Scroll to Top