Iman Jimbot dan Musisi Sunda Lain Kolaborasi Suguhkan Musik Eksperimental, Bebas Ekspresi dan Natural

Prabunews.com — Iman Jimbot dan sejumlah musisi sunda lainnya menampilkan musik sunda eksperimental pada Selasa (14/2) kemarin malam.

Bertempat di Musmob Music Shelter, tampak antusiasme para penonton hingga pengamat budaya sunda memenuhi ruangan.

Acara musik yang bertajuk ‘Let’s Sync: Intimate Session’ ini menampilkan sebuah hasil karya eksplorasi Iman Jimbot dan teman-teman musisi.

Sejumlah musisi seperti Teguh Permana, Dinar Rizkianti, Cucu Kurnia, Dadi Firmansyah, Nugraha Indra, dan Chandra Dudu berkolaborasi dengan Iman Jimbot dan menampilkan musik yang luar biasa.

Komposisi musik tradisional yang kental dengan ritme eksperimental-kontemporer ciri khas Iman Jimbot dimunculkan.

Dengan alunan kecapi dari Iman Jimbot, bonceret dari Chandra Dudu, suling, kendang dari Cucu Kurnia terdengar begitu harmonis saat berpadu dengan musik modern seperti keyboard dan drum. Belum lagi suara Dinar Rizkianti yang mengalun merdu menjadi pelengkap.

Dalam sambutannya, Iman Jimbot mengatakan bahwa musik yang ditampilkan ini merupakan sebuah karya yang natural oleh masing-masing musisi.

Musik hari ini musik ekspiremental, naturalitas apa adanya. Mengekspresikan dirinya masing-masing dengan berbagai alat musik masing-masing, dengan gaya masing-masing juga. Tapi bisa menjadikan sebuah karya yang satu, satu rasa. Intinya adalah menyatu,” kata Iman Jimbot.

Ditengah acara, Iman Jimbot memanggil seseorang yang diketahui berwarga Belgia untuk datang ke Panggung.

“Dia pernah nonton saya di Youtube, di Belgia. Dia melihat penampilan saya di Belanda dan dia seneng. Dia sengaja kesini untuk bertemu dan berkolaborasi bersama. Ayo my friend, Dirk maju kesini,” ujar Jimbot

Dirk Wachtealer diketahui sudah menunggu sepuluh tahun untuk bertemu Iman Jimbot. Ia mengaku terkesima saat melihat penampilan Iman Jimbot di Belanda saat itu. 

Thank you very much everybody here, thank you very much too Jimbot to playing with me together. The fact it’s a dream of me to playing with you. [Terima kasih semuanya yang sudah datang, terima kasih juga Iman Jimbot yang sudah memberi kesempatan untuk bermain (musik) bersama. Sebenarnya ini adalah mimpi saya untuk bermain (musik) dengan Iman Jimbot],” ujar Dirk.

Setelahnya, musik ekspiremental kembali disuguhkan dengan tambahan Dirk yang bermain drum.

Semakin malam antusiasme penonton semakin padat, beberapa dari mereka turut merekam musik yang ditampilkan.

Salah satu penonton mengatakan musik yang ditampilkan ini luar biasa dan sesuai dengan ciri khas dari Iman Jimbot sendiri.

“Acaranya luar biasa, kerasa bermakna. Acara ini juga momentum untuk membangkitkan kembali spirit musisi-musisi tradisional setelah kemarin pandemi, sehingga mereka mulai kembali menggeliat,” kata salah satu penonton.

Musik diakhiri dengan penampilan yang luar biasa dengan riuh tepuk tangan dari penutup. Iman Jimbot pun berterimakasih kepada para musisi yang tampil. Tak lupa Iman juga mengucapkan terima kasih kepada para penonton.

“Terima kasih yang sudah nonton kesini, Terima kasih temen-temen musisi yang menemani saya tadi juga Druig yang sudah datang jauh dari negeri nya untuk bermain (musik) dengan kami semua. Terima kasih juga CoklatKita dan Bamboonesia dan Musmob Music Shelter” tutur Iman Jimbot.

Ia juga mengingatkan agar selalu ingat akan jati diri sebagai bagian dari budaya Sunda.

“Jangan lupa budaya kita sendiri, kalian boleh lah berekspor main sana sini tapi jati diri kallian berasal dari Jawa Barat, ya budaya sunda. Hal itulah yang bisa membuat budaya sunda kita tetap kuat,” terang Iman Jimbot.

Acara ditutup dengan foto bersama antra Iman Jimbot, Teguh Permana, Dinar Rizkianti, Cucu Kurnia, Dadi Firmansyah, Nugraha Indra, Chandra Dudu serta Druig.

Iman Jimbot bersama para musisi yang tampil yakni Teguh Permana, Dinar Rizkianti, Cucu Kurnia, Dadi Firmansyah, Nugraha Indra, Chandra Dudu, dari Belgia. (Prabunews/Salma)
Scroll to Top