8 Fakta ter-Mind Blowing Seputar Gunung Everest

Ketika mendengar Gunung Everest, pikiran anda pasti tertuju pada gunung bersalju sekaligus gunung tertinggi di dunia. Namun tahukah anda, Everest tidak hanya menjadi gunung tertinggi saja, banyak fakta-fakta menarik lainnya seputar Gunung Everest yang mungkin belum anda ketahui.

Umur Everest yang sangat tua

Tahukah anda, bahwa Everest berusia lebih dari 60 juta tahun? Menurut buku sejarah dan para ahli, gunung itu terbentuk ketika lempeng benua India menabrak Asia. Lempeng India didorong ke bawah Asia yang menghasilkan daratan yang sangat luas ke atas, dan melahirkan jajaran pegunungan tertinggi di dunia; The Mighty Himalayas

Awalnya Everest dinamakan Peak 15

Bagi yang belum tahu, Everest pertama kali ditemukan oleh Sir George Everest pada tahun 1841. Ia menamakannya Peak 15 . Namun pada tahun 1865, nama gunung tersebut diubah menjadi Everest untuk menghormati Sir George Everest. Awalnya dinamai Sagarmatha oleh orang Nepal, yang berarti Dewi Langit. Di sisi lain, orang Tibet mengakui gunung itu sebagai Chomolungma, yang berarti Dewi Ibu Pegunungan

Everest tumbuh setiap tahunnya

Fakta menakjubkan lainnya tentang keajaiban dunia ini adalah, Everest tumbuh setiap tahun! Hal Itu terjadi karena pergeseran lempeng tektonik, yang mendorong Himalaya ke atas.

Diperlukan Biaya Yang Sangat banyak untuk mendaki Everest

Mendaki Everest bukan hanya sulit dilakukan secara fisik namun dari segi biaya juga sangat sulit. Mendaki Gunung Everest diperlukan budget sebesar $45000 atau setara dengan Rp. 640jt

Gunung Everest sebenarnya bukan gunung tertinggi di planet ini.

Gelar gunung tertinggi sebenarnya dimiliki oleh Mauna Kea, yang tingginya 10.200 meter. Namun, mayoritas Mauna Kea berada di bawah permukaan laut. Gunung Everest adalah puncak tertinggi di dunia, di atas permukaan laut.

Edmund Hillary mungkin bukan orang pertama yang mencapai puncak Gunung Everest.

Pendakian sukses pertama Gunung Everest tercatat pada 29 Mei 1953 oleh Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru. Dia ditemani oleh Tenzing Norgay – seorang Sherpa dari Nepal. Namun, beberapa orang percaya bahwa puncak Gunung Everest ditaklukkan jauh lebih awal.

Pendaki George Mallory dan Andrew Irvine berusaha untuk mencapai puncak Gunung Everest pada tahun 1924, namun terakhir terlihat pada 8 Juli tahun itu, dan pasangan itupun kemudian tidak pernah terlihat lagi – Tidak diketahui apakah pasangan itu berhasil mencapai puncak atau tidak.

Dibutuhkan sekitar 39-40 hari untuk mencapai puncak Everest.

Waktu tersebut  tidak termasuk waktu yang dihabiskan untuk trekking ke Everest Base Camp, yang bisa memakan waktu 10-14 hari. Alasan mengapa mendaki Everest begitu lama adalah agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan ketinggian ekstrim – di puncak hanya ada sepertiga dari jumlah oksigen yang tersedia dibandingkan dengan di permukaan laut. Pendaki biasanya menggunakan oksigen botol untuk membantu mereka menahan efek ketinggian yang ekstrim.

Pendakian hingga Puncak Everest tercepat tercatat hanya dalam 10 jam 56 menit.

Lakpa Gelu Sherpa mendaki Sisi Selatan gunung di Nepal, dari Base Camp ke puncak Everest dalam rekor waktu 10 jam 56 menit pada tahun 2003.

Source: global adventure challenges

Scroll to Top