Bandung, Prabunews.com – Sebuah gerakan bersama dalam menghadirkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi yang hadir di lingkungan saya ini adalah jawaban atas kepesimisan dan upaya membangun harapan.

Bentuk pemberdayaan warga masyarakat sejatinya harus dipaksa hadir dalam bingkai kesadaran bahwa kita tidak hidup sendiri dan membutuhkan kehadiran bantuan orang lain.
Sebagai mahluk sosial sudah selayaknya kita membangun empati yang akan menghadirkan semangat saling mengisi dan memberi serta berbagi.
Hal itulah yang dapat disaksikan di sebuah sudut kampung yang letaknya di perbatasan kabupaten Bandung dan kota Bandung. Tepatnya di Jalan Kopo Bihbul 27, sebuah lokasi yang boleh dikatakan jauh dari pusat ibu kota kabupaten.
Warga di daerah ini bahu membahu, bergotong royong membuat posko peduli Corona. Diposko yang secara mandiri mereka buat, masyarakat daerah tersebut menjadikan posko ini sebagai tempat penerimaan donasi bantuan, membagikan bantuan sampai menerima keluh kesah warga terdampak covid19, yang kemudian bersama-sama mencari solusinya.
Sepintas seperti ruang aspirasi,terlebih kalau disaksikan sekarang pada kenyataannya ruang untuk menyampaikan keluh kesahnya ke para anggota Dewan di ruang-ruang kerjanya sepertinya sangat sulit.
Seorang Iwan Ismael juga yang memiliki mimpi untuk menghadirkan posko ini, dibantu dan didukung oleh para warga maka sepertinya tidak ada yang tidak mungkin untuk direalisasikan.
Kehadiran posko inipun bertujuan sangat sederhana saja, yaitu menggalang dan membangun jiwa optimis serta jiwa semangat teman teman pekerja, pedagang dan pekerja informal yang terdampak pandemic berusaha sekuat tenaga untuk bisa bertahan dalam kondisi skrg ini.
Selain itu sekarang mereka sedang melakukan pendataan warga sekitar, siapa tau ada yang bisa berbagi. Selain Iwan, sebagian warga yang terlibat dalam pembuatan posko yang berlokasi di RT 01 RW 01 ini diantaranya Agung, Jayadi, Ahmad Mustopa dan Markum.

Belum sampai ke kampung Siaga Covid19 tetapi posko ini baru sampai ke fase jaga-jaga terhadap kondisi yang berkembang.
Apapun itu yang jelas segala usah membangun kebersamaan dalm kepedulia adalah hal yang harus dibangun terlebih dalam suasana seperti sekarang ini.
(Kang Amat)