Bandung, Prabunews – Masalah bantuan sosial 19 Pintu yang dicanangkan pemerintah Propinsi Jawa Barat sebagaimana dipresentasikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di akun Media Sosial resminya.
Dalam tayangan tersebut RK menyatakan bahwa jumlah Kepala Keluarga yang dicanangkan akan mendapat bantuan Sosial sebanyak 9,4 juta KK dan diperkirakan dengan Data tersebut 1,7 juta KK surplus bantuan .Bantuan Propinsi tersebut diagendakan serta diutamakan untuk menangani warga Jabar terdampak, termasuk bantuan bagi warga perantau-pun telah dicanangkan untuk 1,86 juta KK dengan anggaran lebih dari Rp. 4 Triliun. Sementara untuk pelaksanaan PSBB sampai 19 Mei 2020 Propinsi Jawa Barat menganggarkan Rp. 10,8.Triliun.
Jelas hal ini merupakan jumlah anggaran yg besar, yang dengan anggaran tersebut seharusnya bisa menangani masalah yang sedang dihadapi secara integral, tuntas dan cepat serta benar.
Baru baru ini Di media sosial terjadi Keramaian bahkan beritanya menjadi sangat viral, karena adanya warga perantau asal Demak di Kecamatan Arcamanik yang ternyata sudah tidak memiliki dana mencukupi untuk makan sehari pun, mereka mengadukan keluh kesahnya ke PrFm, masuk ke media sosial dan akhirnya berita ini sampai juga ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.Dengan alasan sangat humanis Ganjar merespon informasi itu dan dirinya akan membantu untuk alasan kemanusiaan warga Jateng perantau tersebut termasuk kemungkinan menangani biaya kontrak karena warga tersebut sudah beritikad baik untuk Tidak Mudik.

Ketua LSM PMPRI Rohmat Joker sebagai pihak yang senantiasa berada di lapangan membantu warga dan aktif di forum warga melihat bahwa respon media Gubernur Jawa Tengah Ini walau mungkin merupakan sebuah sentilan politis antar kepala daerah Di Pulau Jawa tetapi apa yang dilakukan oleh Ganjar merupakan hal yang Bisa memalukan pemerintah Propinsi Jawa Barat Dan Pemerintah Kota Bandung serta warga Kota Bandung – Jawa Barat.Dengan adanya kejadian ini sangat jelas mengindikasikan bahwa kita kurang cepat bergerak untuk menangani masalah sosial akibat Covid 19.
Sebagaimana dijanjikan pendataan ulang selesai 25 April 2020.Rohimat juga melihat bahwa warga sekarang benar benar sudah dalam kondisi perlu bantuan, dirinya mengharapkan para pemegang kebijakan tidak perlu banyak Presentasi modelling bantuan atau menggunakan aplikasi apapun, tapi warga mengharapkan agar Kardus Bantuan dari Gubernur datang cepat saat ini dan menjelang lebaran, demikian juga bantuan tunai dari pemerintah pusat Dan Kota Bandung.
Dikarenakan bantuan Gubernur yang paling dinanti maka tidak heran bila warga ada sindiran Mana KarDus… Kardus..!
Kita tidak berharap agar situasi menjadi tidak kondusif dukarenakan urusan perut sehingga muncul berbagai macam spekulasi tentang keberadaan kardus tersebut atau jangan jangan Kardus sudah numpuk Di gudang gudang kantor Pos atau ternyata lambat karena KarDus nya belum dicetak.ungkap Rohmat
Situasi kondisi carut marutnya data ini secara sederhana akan menyimpulkan tentang dinas yang selama ini berjibaku dengam data kondisi sosial ekonomi warga kurang maksimal bekerjanya. (Kang Amat)