Bandung, Prabunews.com – Kepakuman roda ekonomi terutama yang berhubungan dengan transaksional perdagangan nyaris bergulir hampir dalam kurun waktu 60 hari. Hal ini yang sejak awal dialami dan dirasakan oleh para pedagang di Gerai Pembelanjaan terbesar di Jawa Barat tepatnya Pasar Baru Trade Centre.

Sebagian besar pada pedagang di Pasar Baru memang tidak melakukan aktifitas lagi semenjak adanya berbagai pembatasan yang diatur untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.
Sebagai bentuk kepedulian atas keprihatinan yang dialami oleh para pedagang di Pasar Baru, Pengurus Himpunan Pedagang Pasar Baru ( HP2B ) terus berupaya dengan membantu para pedagang terdampak tersebut.

Setelah beberapa waktu yang lalu memberikan bantuan berupa paket sembako. Pada pagi hari inipun (13/5) bantuan kepada para pedagang terdampakpun kembali disalurkan.
Iwan Suhermawan, Ketua HP2B mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian yang nyata, bergulir atas dasar inisiatif positif dengan kemasan empati yang mendalam terhadap para pedagang maka para pedagang yang saat ini masih melakukan transaksi perdagangan, mereka bahu membahu berusaha menyisihkan rezekinya buat rekannya yang lain yang berhenti berjualan.

Selain itu Yayasan Sinergy-pun ikut membantu melengkapi bantuan itu. Alhamdulillah ada 100 paket bantuan yang telah disampaikan kepada yang berhak.Adapun bantuan itu perpaket berisi 5kg beras,1kg minyak, 1kg gula, kecap, saos, teh satu kotak dan telur 1 kg, ujar Kang Iwan.
Selanjutnya Kang Iwan menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus kami lakukan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki dan semoga banyak hadir lagi para donatur yang memiliki kepedulian terhadap para pedagang Pasar Baru.
Kita tentunya sangat berharap ada banyak pihak-pihak yang peduli terhadap para pelaku sektor ekonomi ini berupa berbagi stimulus bantuan mengingat pada masa normal mereka inilah salah satu penyumbang PAD Kota ini. (Kang Amat)