Cimahi, Prabunews.com – Berbagai upaya berbagi akhir-akhir ini dilaksanakan tidak hanya oleh pihak pemerintah dalam membantu warga terutama saat kondisi pandemi seperti sekarang ini, namun dilakukan juga oleh masyarakat baik secara pribadi atau kelompok.
Hal itulah yang dilakukan juga oleh sebuah komunitas Tjimahi Heritage (TH).

Sebagai bentuk kehadiran komunitas yang tidak hanya peduli terhadap karya-karya arsitek bersejarah, mereka juga memiliki perhatian terhadap krisis sosial ekonomi yang hadir dimasyarakat akhir-akhir ini.
Mereka melalukan sebuah gerakan berbagi kepada masyarakat terdampak covid19 dengan menjual makanan dengan harga murah dan itulah yang menjadi ciri keren dari gerakan komunitas ini.
Ketua Komunitas Cimahi Heritage, Machmud mengatakan Tujuan kegiatan Tjimahi Heritage Peduli with Love and Care Tanti adalah membantu masyarakat untuk mendapatkan makanan yang sangat murah dan halal.
Adapun inti kegiatanya adalah kepedulian terhadap kondisi saat ini, namun tetap sambil mengedukasi. Kami menekankan nilai edukasi pada kemauan masyarakat untuk membeli satu paket Nasi boks ayam komplet plus takjil itu ditukar dengan uang Rp 2000, itulah ruh nilai edukasinya.

Seperti kita ketahui bersama saat ini banyak bantuan gratis dari berbagai pihak. Kami mencoba mengedukasi bahwa segala sesuatu itu membutuhkan perjuangan, dalam hal ini uang. Tapi kami buat semurah mungkin supaya terjangkau oleh warga tak mampu. Dan mereka punya harga diri bahwa mereka bisa membeli bukan meminta, ungkap Machmud
Machmud menambahkan bahwa kegiatan ini diadakan oleh Tjimahi Heritage, komunitas pecinta sejarah dan bangunan tua di Kota Cimahi serta dibantu oleh beberapa teman dari sanggar seni dan kader PKK Padasuka.
Kegiatan baksos ini berlangsung selama 4 hari mulai Senin 18 Mei sampai insya Allah Kamis 21 Mei. Titik distribusi di Kp Cempaka Citeureup, Permana Citeureup, Baros Sukaraja, Leuwigajah, Melong Green, Cibeureum, Puri Cipageran, dan Babakansari Padasuka.

Untuk di daerah Padasuka dan Permana Citeureup pihaknya menerapkan sistem kupon untuk warga tak mampu supaya paket makanan ini benar2 sampai kepada mereka.
Sementara untuk kegiatan On The Street siapa saja warga yang mau membelinya.
Satu hal yang lebih menarik dalam pemberdayaan warga TH melakukan penjualan bekerjasama dengan warung-warung warga yang selama 2 bulan ini tutup, seperti yang disampaikan oleh Dede Koord.Bidang Event dan Budaya TH.
Harapan lain terlontar tentang bagaimana masyarakat dan pemerintah harus bahu-membahu untuk senantiasa menegaskan kembali nilai-nilai standar untuk menjaga keamanan dan kenyamanan terutama dalam menerapkan prilaku hidup sehat agar pandemi ini tidak berkepanjangan.
(Kang Amat)