Jalan Surian Pengganti jalur Blok Haurpapak, Kekuatannya Tak Bertahan Lama

Sumedang, Parabunews.com – Bagi warga masyarakat Kecamatan Surian Kabupaten Sumedang kalau berbicara persoalan jalan adalah suatu hal yang biasa, karena memang sejak dulu persoalan inilah yang tak kunjung selesai sampai saat ini.

Jalan yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten ini sangat jarang sekali mendapat perhatian, tapi apabila setelah terjadi bencana baru perhatianpun datang dari berbagai pihak.

Contonya yang terjadi di Jalur Blok Haurpapak ini, sebelumnya walaupun jalur tersebut rusak tidak pernah ada perbaikan yang serius, tetapi baru setelah terjadi bencana jalur jalan tersebut dipindahkan oleh pemkab melalui Dinas PU memakai jalur jalan baru dengan bentuk pembangunannya Rabat Beton.

Sayang, kekuatan jalur jalan baru itupun tak kuat bertahan lama entah siapa yang salah, yang jelas warga masyarakat Surian lah yang kena dampaknya.

Berdasarkan pantauan Parbunews.com di lapangan nampak jalan tersebut kondisinya rusak banyak yang sudah berlubang dan yang lebih parah jembatan penghubungnya sudah anjlok terlepas dari rabat betonnya sehingga sangat mengkhawatirkan apabila ada kendaraan lewat terutama kendaraan roda empat.

Seperti yang dikeluhkan salah seorang pengguna jalan yang enggan disebut namanya,” dengan melihat kondisi jalan yang rusak seperti ini kami mengharapkan pihak PU segera turun kelapangan untuk melakukan langkah-langkah perbaikan, “kalaupun ada dana pemeliharaan dari pengusaha yang ditunjuk dulu, kami berharap untuk segera direalisasikan” ujarnya.

Ditempat berbeda Ketua LSM Prabu Kabupaten Sumedang Deni Mulyana, saat dimintai tanggapannya mengenai Jalan Surian beberapa waktu lalu, mengatakan” Sebenarnya kondisi jalan tersebut bisa dibangun secara benar dan kuat kalau memang pemerintah serius untuk menanganinya, tapi saat ini kenapa jalan Surian selalu seperti ini, mungkin saja pemerintah kurang perhitungannya atau perlu juga kita melihat bagaimana pengerjaan pengusaha yang melaksananakan proyek jalan tersebut, apakah sudah benar dan bertanggungjawab atau bagaimana, itu semua jawabannya ada di hadapan kita saat ini dan ini jelas kenyataanya seperti ini hasilnya sangat memprihatinkan“, ujarnya.

“Padahal kalau tidak salah dalam pembangunan jalan diharuskan mempunyai kekuatan minimal 10 tahun, tapi ini baru 3 tahun berjalan kondisinya sudah rusak. Untuk itu jelas dalam suatu rencana pembangunan apapun itu, yang paling utama perencanaanya harus matang, didukung dengan konsep-konsep para ahli dibidangnya agar hasil dari pembangunan tersebut bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh warga masyarakat”, tegasnya.

(End)

Scroll to Top