4 Oknum Polrestabes Bandung disinyalir Melakukan Penganiayaan terhadap Anak Komunitas Motor

Bandung, Prabunews.com – Berawal dari adanya rangkaian konvoi kendaraan R2 dengan jumlah lebih dari 100 motor di Fly Over Paspati arah Gazebo menuju Pasteur dengan membisingkan suara knalpot sambil mengibarkan beberapa bendera yang mengakibatkan terganggunya ketertiban umum dan pengguna jalan lainnya sehingga timbul kemacetan. Hal ini terjadi pada hari Jumat (11/9) tepatnya sekita pukul 16.00-17.00.

Di hari yang sama, tepatnya sekitar pukul 19.00 anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Slaugther yang biasa nongkrong di Jl.Panaitan yang berjumlah sekitar 20 orang mengadakan rolling untuk mencari makan dan berfoto serta membuat video yel-yel.

Komunitas itu rolling dari mulai jalan Sunda – Jawa – Merdeka – Tamblong dan berhenti di Jalan Veteran didepan Kantor Biro Jasa “Bouche”, sesaat manakala mereka nongkrong di lokasi tersebut, tiba-tiba datang mobil double cabin tulisan Polrestabes Bandung langsung menghadangkan kendaraannya, lalu 4 orang Anggota Polisi termasuk supirnya tanpa basa-basi melakukan pemukulan yang membabi buta ke anak-anak Komunitas Slaugther tersebut dengan menggunakan benda keras, bahkan salah satu anggota komunitas tersebut yang terus dipukulin adalah Andhika, anak Saudara Akhyad SH, Ketua Umum LSM TUAR.

Dalam keterangan kepada orang tuanya Andhika mengatakan bahwa meskipun dirinya sudah menanyakan tentang salah apa dan memohon ampun kepada petugas, namun dirinya tetap dipukul.

Akhirnya pukulan yang bertubi-tubi mengakibatkan Andhika tumbang / jatuh dengan kendaraannya hingga tertimpa kendaraan yang dikemudikannya.

Bahkan setelah jatuh pun perlakuan kasar yang dilakukan 4 Anggota Polisi tersebut masih dilakukan disertai tendangan ke kendaraan termasuk ke punggung, leher dan kepala yang masih pake helm.

Akhirnya ketiga anak Komunitas Slaugther ditangkap dimasukin mobil katanya mau dibawa ke mako. Akhyad mengatakan bahwa dirinya merasa kaget dengan kondisi fisik anaknya manakala dirinya menjemput anaknya dari polrestabes.

Untuk memastikan keadaan kesehatan anaknya, dirinya membawa Andhika ke RS Tulang Halmahera untuk memeriksakan/Rontgen dan mendapatkan hasil medis akibat dari kekerasan fisik tersebut.

Selain itu pihaknya sangat tidak mengerti tentang tindakan yang dilakukan oknum polisi tersebut manakala melakukan tindakan tanpa mengklarifikasi masalahnya terlebih dahulu dengan meminta keterangan kepada anak-anak termasuk anaknya.

Dampak dari tindakan kekerasan oknum polisi tersebut selain membuat gangguan kesehatan pada fisik anaknya juga menjadikan anaknya shock.Saya sangat khawatir mental dan psikis anaknya terganggu akibat kejadian tersebut, ungkap Akhyad.

Sampai saat ini pihaknya serta didampingi oleh Lembaga Advokasi Hukum Anak (LAHA) telah melaporkan kejadian tersebut ke Propam Polrestabes Bandung dan telah diterima langsung oleh Kasie Propam Kompol Adi.

Sementara itu Kasubag Umum Polrestabes Bandung AKP Rahayu mengatakan bahwa sampai saat ini sedang diadakan pemeriksaan oleh propam terhadap oknum anggota yang dimaksud.

Semoga semua akan terang benderang dengan hasil pemeriksaan terhadap oknum tersebut dengan mengedepankan profesionalisme.

(Kang Amat)

Scroll to Top