Surabaya, Prabunews.com – Kejanggalan ditemukan para netizen saat nama ‘Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa’ trending di Twitter. Ada dugaan bahwa Khofifah memakai buzzer.
Dugaan ini bermula saat akun Twitter @begituajadeh merasa janggal dan memeriksa apa saja tweet yang membuat tren tersebut naik. Hasilnya, dari sejumlah akun berbeda ditemukan isi konten yang sama persis, yakni soal distribusi vaksin Sinovac di Jatim.
“Kirain trending Bu Khofifah Indar Parawansa ttg berita apa eh…ternyata…look…,” kata @begituajadeh sambil menyematkan foto bukti adanya kesamaan tweet dari banyak akun berbeda.
Tak sedikit pula netizen yang menyayangkan sekaligus menanyakan adanya tim yang diduga buzzer Khofifah tersebut. Akun Muhammad Bagus S bahkan mention akun official Khofifah. “Buat apa tho bu @KhofifahIP,” tanyanya.
Sementara Kepala Diskominfo Jatim Benny Sampirwanto pun angkat bicara soal kritik netizen yang menilai ada upaya pencitraan oleh Khofifah dalam pelaksanaan distribusi vaksin Sinovac tersebut.
Benny menegaskan, Pemprov Jatim tidak menggunakan buzzer untuk menaikkan citra Khofifah maupun citra Pemprov Jatim. “Kita tidak memakai buzzer, tapi lebih menekankan pada manajemen media yang cerdas,” ujar Benny seperti dikutip dari laman JNR, Rabu (20/1/2021).
Manajemen media yang cerdas, kata Benny adalah, pertama memilih konten yang menjadi isu masyarakat. Kedua, mengemas konten sesuai dengan selera masyarakat banyak.
Selanjutnya, ketiga, memilih media yang banyak diakses oleh masyarakat. Dan keempat, melibatkan sebanyak-banyaknya masyarakat, khususnya masyarakat Jatim untuk ikut berpartisipasi dalam menyebarkan informasi terkait program dan kebijakan Pemprov Jatim kepada masyarakat.
Selama ini, imbuhnya, media sosial dipakai Khofifah sebagai media berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai sarana yang bagus oleh masyarakat untuk berkomunikasi dengan Gubernurnya.
Jika pun ada beberapa postingan komentar yang sama oleh beberapa netizen terhadap upaya Khofifah dalam memimpin Jatim, sebaiknya dilihat dari sudut pandang yang positif, bukan langsung mengatakan itu buzzer.
“Saya melihatnya ada sekelompok orang yang ikut membantu menyebarkan informasi dari Bu Gubernur saja, dengan copy and paste daripada repot-repot nulis. Apabila dilihat dari sudut pandang negatif, ya mungkin ada yang punya agenda. Apa itu? Kami tidak tahu,” jelasnya.