Investasi Jatim Tumbuh Lebih Baik, Tercatat pengikatan Alami Kenaikan 4,1 Persen

Surabaya, Prabunews.com – Pertumbuhan investasi di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Sesuai data terbaru, kali ini mengalami kenaikan 4,1 persen. Bahkan kenaikan itu merupakan tertinggi di seluruh pulau Jawa yang saat ini rata-rata sedang mengalami tren negatif.

“Dari sisi pertumbuhan, total investasi Jatim naik 42,1%. Ini adalah yang tertinggi di Jawa, yang sebagian besar justru tumbuh negatif,” papar Gubernur Khofifah Indar Parawansa usai rakor virtual di bidang investasi di Surabaya, Sabtu (23/1/2021)

Kenaikan investasi ini karena Jatim dinilai memiliki daya tarik dan efisien bagi para investor. Hal tersebut bisa dilihat dari Incremental Capital-Output Ratio (ICOR) Jatim yang rendah.

“Kita memiliki ICOR yang selalu lebih rendah (5,27) dibanding ICOR rata-rata nasional (6,81) dan beberapa daerah lain seperti DKI Jakarta (7,57), Banten (5,81) dan Jawa Tengah (5,83). Ini menunjukkan bahwa berinvestasi di Jatim lebih efisien dari pada rata-rata berinvestasi di Indonesia,” urainya.

Adapun ICOR merupakan parameter ekonomi makro untuk menggambarkan rasio investasi kapital, terhadap hasil yang diperoleh dengan menggunakan investasi tersebut. Besaran ICOR adalah proxy efisiensi sebuah perekonomian.

Artinya semakin rendah nilai ICOR mengindikasikan semakin tinggi produktivitas kapital. Pada tahun 2019, ICOR Jatim sebesar 5,25 dan rata-rata nasional 6,87.

“Untuk meningkatkan 1 unit output di Jawa Timur, diperlukan investasi fisik sebesar 5,25. Jelas Jatim menawarkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus menjanjikan imbal balik yang lebih menguntungkan,” papar Gubernur Jatim.

Perlu diketahui, dalam rentang lima tahun terakhir disebutkan bahwa realisasi investasi Jatim mengalami dinamika. Dan khusus dua tahun terakhir sejak Jatim dipimpin Gubernur Khofifah, realisasi investasi terus terdongkrak naik setelah dua tahun sebelumnya mengalami perlambatan.

Bahkan pada periode Januari sampai dengan September 2020, realisasi investasi Jatim bisa melampaui capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 66,5 triliun. Sedangkan di tahun 2019 tercatat senilai Rp 58,4 triliun.

Lebih lanjut secara komposisi, investasi Jatim terutama ditopang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Khofifah mengakui bahwa PMDN memang menjadi backbone investasi di Jatim.

“Realisasi PMDN kita selalu yang tertinggi dibanding provinsi-provinsi lain,” ungkapnya.

Pada periode Januari-September 2020, tiga sektor unggulan PMDN di Jatim antara lain sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 23,34 triliun), sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 4,37 triliun), dan sektor Industri Makanan (Rp 3,68 triliun). Semua itu tersebar di wilayah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo serta beberapa lokasi lainnya.

Sebagai informasi pada tahun 2018 Asia Competitiveness Institute-Lee Kuan Yew School of Public Policy (Singapura) merilis hasil riset, yang menempatkan Jatim sebagai provinsi terbaik pertama dalam aspek tingkat kemudahan berbisnis di Indonesia. Lalu pada aspek daya saing provinsi, Jatim menduduki peringkat kedua setelah DKI Jakarta.

Kemudian dari sisi regulasi Jatim juga sedang berbenah. Seiring dengan spirit peningkatan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan yang dikandung UU Cipta Kerja, Gubernur Khofifah pun menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 69 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. “Melalui Pergub ini, kita ingin memastikan pelayanan perizinan yang mengedepankan transparansi, kepastian waktu, bebas korupsi, serta mengutamakan kepuasan pemohon izin. Sekarang kalau pelaku usaha mengurus izin di Jatim akan semakin mudah, cukup dengan online, melalui aplikasi JOSS,” jelasnya.

Jatim Online Single Submission atau disingkat JOSS ini merupakan inovasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Jawa Timur, yang melayani 18 sektor perizinan serta terintegrasi dengan aplikasi Helpdesk dengan memberikan layanan konsultasi dan pengaduan pemohon izin.

“Dengan segenap keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang dipunyai Jatim, maka saya sampaikan kepada para investor baik investor asing maupun investor dalam negeri, ayo berinvestasi di Jawa Timur,” pungkasnya.

Scroll to Top