Miéling Poe Bahasa Indung 2021; Peran Strategis Bahasa Sunda

Bandung, Prabunews.com – Tanggal 21 Febuari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional dan salah satu bahasa yang diakui oleh UNESCO sebagai Bahasa Ibu adalah Bahasa Sunda dengan jumlah penutur 0,421% dari jumlah populasi dunia.

Drs.Cucu Saputra, M.M.Pd Sekdis Pendidikan Kota Bandung/Ketua PGRI Kota Bandung

Drs. Cucu Saputra, M.M.Pd Sekdis Pendidikan Kota Bandung dan juga selaku Ketua PGRI Kota Bandung mengatakan bahwa hakekatnya pendidikan itu adalah mengajarkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik sesuai dengan tuntutan budaya karena disitulah anak didik akan berinteraksi dalam kehidupan yang nyata.

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang bisa direspon bukan hanya oleh akal tetapi juga rasa agar bisa berdampak kepada perubahan. Bahasa IBU ADALAH BAHASA rasa yang sangat bermakna terutama dalam pendidikan karakter.

Selain itu kita sudah memiliki Perda No 9 tahun 2012 tentang Penggunaan, pemeliharaan dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Sunda serta Perwal tentang pendidikan karakter Bandung Masagi. Dimana didalamnya menguatkan agar disetiap sekolah dapat dilaksanakan dengan baik baik dalam intrakulikuler maupun ekstrakurikuler, tegas Cucu

Pada saat ditanya tentang kecenderungan masifnya dunia gadget di kalangan pelajar, penetrasi budaya asing memiliki kecenderungan menggerus nilai-nilai baik budaya lokal, Beliau menegaskan hal itu merupakan sebuah kondisi nyata dan ini sebagai tantangan tetapi kita tidak boleh menyerah bahkan sebaiknya kita harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal tersebut dengan cara menciptakan aplikasi yang menarik bagi generasi pembelajar atau software yang berbasis bahasa Sunda seperti yang dilakukan orang orang Jepang dan Korea dan saya lihat hal itu sudah ada tinggal bagaimana kita meningkatkan penggunaan aplikasi itu dalam ruang-ruang pendidikan.

Hari Bahasa Ibu merupakan momentun bagi kita untuk terus meningkatkan peran strategis Bahasa Ibu dalam membangun Ideologi bangsa. Bahasa Sunda yang secara jelas memiliki kekayaan yang luar biasa sejatinya harus dirawat, dilestarikan bahkan dikembangkan agar tidak hilang/punah. Salah satu upaya yang sangat strategis adalah pembiasaan berbahasa Sunda yang harus digunakan sebagai alat komunikasi di setiap keluarga, ungkap Cucu.

(Kang Amat)

Scroll to Top