Ada apa dengan Kantor PSP SPN PT. Lawe Yang Disegel Hingga Memancing Emosi Para Karyawan ?

Bandung, Prabunews.com – Paska aksi unjuk rasa karyawan karyawati PT. Lawe Adya Prima Spining Mills yang menolak PHK secara sepihak, terus mengadakan piket untuk memantau semua kegiatan.

Namun dengan disegelnya kantor SPN memicu kemarahan karyawan karyawati PT. Lawe itu sendiri yang dimana pihak PSP SPN PT. Lawe mengajukan ijin melalui surat agar kantor PSP SPN tetap bisa di buka sebelum ada kesepakatan antara manajemen dan karyawan karyawati sebagai anggota SPN PT. Lawe. Sabtu (17/04/2021).

Ketua PSP SPN PT. Lawe memaparkan. “Saya pandang pihak manajemen dengan disegelnya kantor kami adalah sikap arogansi dan menolak surat permohonan kami untuk menggunakan kantor sebagai posko karyawan karyawati yang mengadakan piket setiap hari karena tanpa koordinasi kepada kepengurusan kami. Sedangkan barang dan arsip-arsip masih di dalam. Sementara kami masih berjuang bersama anggota kami tentang nasib kami sebagai karyawan karyawati perusahan PT. Lawe ini menolak PHK dan dengan di cicil, sampai detik ini belum ada kesepakatan”, Tutur Rianto.

Rianto menegaskan dan mengajak kepada karyawan karyawati PT. Lawe tetap berjuang dalam memperjuangkan hak hak kita. Dan tidak patah semangat dengan penyegelan kantor PSP ini.

Dan manajemen tetap menolak permohonan pemakaian kantor PSP SPN PT. Lawe. Jaga kekompakan satu hati satu tujuan dan jangan terbawa emosi dan jebakan-jebakan dari pihak manajemen terhadap perjuangan kita.

Di tempat lain, Nana selaku HRD PT. Lawe Adya Prima Spining Miils menjelaskan, “Saya tidak mengetahui tentang penyegelan kantor PSP SPN PT. Lawe mulai hari ini dengan di gembok dan pintu ditutup triplek, yang saya tahu manajemen menolak permohonan surat dari PSP SPN PT. Lawe dalam penggunaan kantor itu dari awal. Dan penyegelan hari ini saya tidak tahu karena koordinator lapangan atau security yang jaga tidak ada laporan kepada saya.” Jelasnya kepada tim prabunews.com via whastapp.

(Tito)

Scroll to Top