Sosialisasi PTM Dan AKM Tingkat Wilayah Bojonegara Di SD YWKA

Bandung, Prabunews.com – Rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Bulan Juli 2021 dan pelaksanaan Asesmen Kemampuan Minimum (AKM), harus dipersiapkan secara matang dan detail agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar.

Bertempat di SD YWKA Jalan Rajawali Senin (26/04/2021), wilayah Zona A tingkat SD Kota Bandung yang meliputi 4 Kecamatan (Andir, Cicendo, Sukajadi, Sukasari) diketuai A.K Mulyana, M.Pd (Kepsek SDN 197) mengadakan sosialisasi persiapan pelaksanaan PTM dan AKM.

Dalam sambutannya Kabid PPSD Disdik Kota Bandung Drs. Bambang Aryanto menyatakan bahwa persiapan PTM dan AKM ini harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak bisa dilakukan secara parsial.

Awal dari persiapan yang harus dilakukan yaitu dengan pemetaan permasalahan dari tingkat mikro. Untuk persiapan PTM Bambang menyatakan harus dipersiapkan secara serius dan teliti, karena dengan PTM diberlakukan maka banyak pihak yang ikut aktif kembali.

Bambang menyatakan tahapan awal sekolah yaitu harus menyatakan kesiapan secara sistem dan ada 12 item yang harus dipenuhi, diantaranya wastafel tiap kelas yang harus ada, handsanitizer, thermogun dengan perbandingan 1 : 100.

Dari 12 item yang ada dapat disimpulkan menjadi 3 hal yaitu, kesiapan sarana prasarana prokes, kesiapan Bapak Ibu guru dan kesiapan siswa serta orang tua. Meskipun PTM dilaksanakan tetap ada kelompok siswa yang belajar di rumah dan sekolah. Guru harus menyiapkan materi pembelajaran dan metode assesmen sehingga harus pula disiapkan satgas PTM dengan tugasnya masing-masing, ujar Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan jalan masuk dan keluar pun harus diperhatikan jangan sampai ada kerumunan. Pada Bulan Mei 2021 akan masuk pada uji coba PTM setelah vaksinasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan dilaksanakan dengan kuota siswa 10-25%, pada tahap ini memilih sekolah yang benar benar siap, guna mengenalkan dan memantapkan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru, berdasarkan hasil rekomendasi dari gugus tugas covid kecamatan, puskesmas dan satpol pp dengan durasi pengawasan 1-4 minggu.

Lalu masuk pada tahap transisi dengan jumlah siswa 25-50% yang dimulai pada tahun ajaran baru yaitu Bulan Juli 2021 dengan durasi pengawasan 1-2 bulan.

Lalu masuk pada Adaptasi kebiasaan Baru (AKB) dengan prosentase kuota siswa 50-100%, berdasarkan hasil dari masa transisi apabila tidak ada permasalahan yang muncul, tutur Bambang.

Dan untuk persiapan AKM, Bambang menegaskan bahwa ini bukan ujian tetapi sebagai sebuah pemetaan dengan target seluruh siswa, seluruh guru dan seluruh kepala sekolah.

Sedangkan untuk AKM Nasional hanya untuk kelas 5 sedangkan yang lainnya ditanggung oleh sekolah dengan sebutan AKM Kelas. Bambang menegaskan harus melaksanakan revolusi pembelajaran berdasarkan basis keterampilan abad 21. Karena AKM lebih pada penalaran, analisis dan konstruktif sehingga siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran. Soal AKM bersifat kolaborasi antar mata pelajaran berbasis keterampilan abad 21. Sekolah harus menyiapkan perencanaan, proses pembelajaran dan assesmen, ujar Bambang.

Bambang menyatakan yang berat dalam AKM yaitu merubah paradigma guru dalam proses pembelajaran dengan titik berat konten atau isi materi, pungkas Bambang Acara sosialisasi ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah di wilayah Zona A, Kasie Kelembagaan dan Peserta Didik SD Risman Al-Isnaeni, SH, Kasie Sarpras SD Fahrul, Kasie Kurikulum Jajang Hernawan, dan Koordinator Pengawas bina Zona A.Ibu Hj Emay Marliah S.Pd.MM.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top