Tanggapan Kepala Sekolah SDN Beji 1 Terhadap Sistem Belajar Online Dimasa Pandemi

Depok, Prabunews.com – Dengan berakhirnya PPDB tahun ajaran 2021/2022, maka dinas pendidikan kota Depok merintahkan setiap sekolah untuk melangsungkan proses belajar mengajar via PJJ (Pelajaran Jarak Jauh).

Hal tersebut di berlakukan diseluruh sekolah mulai SD/SMP/SMA bahkan perguruan tinggi. Baik negeri maupun swasta yang ada di kota Depok tanpa terkecuali.

Ketika awak media bersilatuhmi dengan Kasek SDN Beji 1 ibu Lamria Nababan, S.Th., dan menanyakan terkait PJJ/Daring serta bagaimana efektifitas Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi ini, beliau menjelaskan bahwa ada plus minus-nya bagi siswa. Nilai tambahnya yaitu anak-anak kita langsung bersentuhan dengan IT(Ilmu dan teknologi) via Laptop atau celluler dan cepat mengenal dunia luar (internet).

Sedangkan minusnya adalah tidak semua siswa atau orang tua murid dapat mengopersikan celluler (Handphone) seperti Classroon atau belajar Zoom online. Orangtua murid tidak setiap saat dapat mendampingi anak-anaknya dalam proses belajar mengajar, karena orangtua terikat dengan pekerjaan.Oleh sebab itu saya perintahkan seluruh wali kelas SDN Beji 1 untuk terus membantu memantau siswa termasuk tugas-tugas melalui PJJ.Dan juga orangtua murid wajib mengantarkan buku tugas anaknya 2 kali dalam seminggu kesekolah.

Dan buku Tugas tersebut,saya(kepala sekolah) mengecek langsung apakah anak-anak sudah mengerjakannya atau belum dan saya tanda tangani.Bagi orangtua murid yang tidak mengantarkan tugas anaknya maka saya akan panggil datang kesekolah untuk memberi teguran.

Pesan kepala sekolah kepada seluruh orang tua murid terkhusus SDN Beji 1 untuk terus mendampingi anaknya dalam proses belajar mengajar.

Meskipun sistem belajar ini sudah berjalan lebih dari setahun tetapi masih banyak mengalami berbagai kendala diantaranya tentang kedisiplinan anak dalam belajar. Anak-anak lebih tertarik melihat fitur-fitur di ponsel ketimbang belajar.

Oleh sebab itu orang murid perlu kerja ekstra agar anak-anaknya benar-benar menangkap pelajaran disaat daring/Zoom. Sebab dalam satu rumah anak sekolah yang mengikuti PJJ bisa lebih dari satu bahkan 3 dan seterusnya.Tentu orang tua harus memantau anak-anaknya sehingga bisa belajar sesuai harapan kita bersama, tutup ibu Lamria.

Sementara itu di tempat terpisah ketika media Prabunews.com berdialog dengan salah seorang pemerhati pendidikan di kota Depok sekaligus sebagai ketua umum Badan Musyawarah (BAMUS) Ormas dan LSM kota Depok Ir. Jarmud AS. Tahun tentang arti kemerdekaan bagi anak-anak bangsa termasuk dalam bidang pendidikan.

Jarmud/Semmy menyampaikan bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan penjajahan itu harus di hapuskan di atas dunia karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan dan itu jelas ada tertulis di pembukaan UUD tahun 1945. Apa hubungan dengan dunia pendidikan?hubungannya adalah setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.Sangat di sayangkan jika masih ada anak-anak kita yang tidak mendapatkan pendidikan dan tidak bersekolah.

Kita bersyukur bahwa pemerintah kota Depok sangat perduli dengan pendidikan. Oleh sebab itu saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan juga teman-teman Ormas dan LSM mari kita mendukung pemerintah kota Depok dalam kemajuan pendidikan, pembangunan dan juga mari menciptakan suasana yang kondusif di kota Depok.

Tentang belajar daring atau PJJ dimasa pandemi,Semmy menyampaikan bahwa orangtua murid/siswa wajib turut serta dalam mendampingi anak-anaknya agar anak-anak yang mengikuti PJJ tetap disiplin dan giat belajar. Masa depan bangsa ini ada di anak-anak kita yang sedang sekolah, tutup Jarmud/Semmy kepada media di sekretariat BAMUS Ormas dan LSM kota Depok, Jl.Cagar alam selatan 1 No.6 RT 01 RW 03 Kel. Pancoran Mas kec. Pancoran Mas kota Depok.

(Relius Eko)

Scroll to Top